Wakil Ketua Komisi V DPR Minta Pemerintah Waspada Bibit Siklon Tropis 93S, Tekankan Pendekatan Saintifik

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda (parlementaria)

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda (parlementaria)

Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menyusul kemunculan bibit siklon tropis 93S di wilayah timur Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan sebagai respons atas peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai bencana alam.

Syaiful Huda menegaskan pentingnya pemerintah mengedepankan pendekatan saintifik dalam menyikapi peringatan dini dari BMKG agar potensi dampak bencana dapat diminimalkan.

“Kami meminta pemerintah mengedepankan pendekatan saintifik dalam menghadapi peringatan BMKG terkait fenomena munculnya bibit siklon tropis 93S di wilayah timur Indonesia. Jangan denial atau menganggap remeh peringatan yang diberikan oleh BMKG,” ujar Huda dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Senin (15/12/2025).

Ia mengingatkan bahwa pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam sepekan terakhir harus menjadi pelajaran penting agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tidak terlambat dalam melakukan langkah antisipasi.

Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 93S berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat pesisir dan aktivitas pelayaran.

Baca Juga :  Budidaya ikan sepat

“Artinya harus ada antisipasi serius bagi masyarakat di wilayah Pesisir Selatan Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi cuaca buruk maupun badai yang berpotensi memicu kecelakaan laut hingga banjir rob,” ujarnya.

Selain gelombang tinggi, bibit siklon tropis 93S juga berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan NTT. Menurut Huda, kondisi tersebut membuka peluang terjadinya banjir bandang dan tanah longsor sewaktu-waktu, khususnya di wilayah rawan bencana.

“Ini berarti potensi banjir bandang dan longsor bisa terjadi. Masyarakat di wilayah rawan longsor harus mendapat perhatian khusus agar tidak kembali menjadi korban seperti yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Huda mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak terburuk dari fenomena tersebut. Ia menekankan pentingnya penerapan sistem peringatan dini (early warning system) yang disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Sukses Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik 2025

“Early warning harus berbasis kearifan daerah, bisa melalui sirene, pengeras suara di tempat ibadah, hingga kentongan. Dengan begitu, saat terjadi banjir atau tanah longsor, warga bisa segera mengungsi,” ungkap politisi Fraksi PKB tersebut.

Huda juga meminta pemerintah menyiapkan titik-titik evakuasi di wilayah rawan bencana agar masyarakat dapat berkumpul di lokasi aman sebelum diarahkan ke tempat pengungsian. Selain itu, ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta BPBD di daerah.

“Kami berharap BNPB dan Basarnas, baik di pusat maupun daerah, tidak kehilangan golden time saat bencana terjadi. Langkah cepat dan terukur sangat penting untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan,” pungkas Huda.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:38 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan

Berita Terbaru