The Bandung Spirit Water Summit, Upaya Kolaboratif Cari Solusi Masalah Air di Pulau-Pulau Kecil dan Terluar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Mei 2024 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semangat kolaboratif global untuk mencari solusi permasalahan air di pulau-pulau kecil dan terluar akan menjadi fokus utama dalam The Bandung Spirit Water Summit yang berlangsung pada 21 Mei 2024. The Bandung Spirit Water Summit merupakan rangkaian World Water Forum ke-10 yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 18–25 Mei 2024.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Ketua Harian Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 Basuki Hadimuljono dan Ketua High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) yang merupakan mantan Perdana Menteri Korea Han Seung-soo akan membuka acara The Bandung Spirit Water Summit tersebut.

Menteri Basuki mengatakan bahwa pengelolaan sumber daya air terintegrasi di pulau-pulau terkecil dan terluar sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan iklim dan kenaikan muka air laut.

Pengelolaan sumber daya air, katanya, menghadapi tantangan antara lain regulasi penanganan bencana, pengumpulan data dan analisa, peningkatan kapasitas dan koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerja sama dalam pengembangan perencanaan strategis yang berfokus dalam meningkatkan kepedulian pengelolaan sumber daya air terintegrasi di pulau-pulau kecil dan terluar dalam menghadapi perubahan iklim dan kenaikan muka air laut,” kata Basuki dalam The23rd High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (19/5/24). 

Baca Juga :  Doa Bersama Lintas Agama serta Santunan Anak Yatim Piatu

Pemerintah Indonesia pun menginisiasi pembentukan Pusat Keunggulan (Center of Excellent) Ketahanan Sumber Daya Air dan Perubahan Iklim yang berfungsi merumuskan pengintegrasian aspek lingkungan dan sosial ekonomi dalam menghadapi perubahan iklim.

“Maka diperlukan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah, swasta, dan akademisi sehingga dapat menjadi pusat pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas, penerapan solusi efektif untuk perubahan iklim, dan tantangan SDA yang berkesinambungan dan inklusif,” ujar Basuki.

Sementara Profesor Kenzo Hiroki dari National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) sekaligus Koordinator HELP mengatakan, panel tingkat tinggi itu memiliki makna khusus karena mengangkat dan mendorong pembahasan masalah air ke platform politik solidaritas dan kemakmuran bersama.

The Bandung Spirit Water Summit akan menjadi koridor politik baru untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) melalui air. “Di forum ini, para pemimpin negara, organisasi internasional, ahli, serta pemangku kepentingan akan berdialog dan menghasilkan The Spirit of Bandung: acall to action,” kata Kenzo.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jawa Barat Periode 2024 - 2029

Dengan mengumpulkan para kepala negara, pemangku kepentingan, dan para ahli, The Bandung Spirit Water Summit akan merumuskan proposal dan tindakan nyata. Ada lima fokus utama dalam The Bandung Spirit Water Summit, yaitu air dan perdamaian, perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana, sanitasi dan air untuk semua, keuangan dan pemerintahan, serta generasi muda.

Bandung Spirit adalah istilah yang merujuk pada negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika 1955 yang bekerja sama kolaboratif dan saling menguntungkan antara negara anggotanya.

Menteri Basuki sebelumnya menyuarakan Bandung Spirit itu dalam sejumlah kesempatan, termasuk dalam 21st HELP on Water and Disasters di Madrid 2023 lalu. “Semangat Konferensi Asia Afrika di Bandung akan menjadi landasan diselenggarakannya World Water Forum ke-10 di Bali pada tahun 2024, tidak hanya sebagai landasan filosofis tetapi juga sebagai konsep dasar forum tersebut,” ujar Basuki.

Basuki meyakini semangat KAA tetap relevan dalam mengatasi berbagai permasalahan bersama yang memerlukan konsensus global sebagai solusinya, di antaranya melalui World Water Forum. Pertemuan ini mentransformasi semua kebijakan, spirit, semangat, untuk bersama-sama menyongsong masa depan, membuat air sebagai sumber kehidupan dan perdamaian. (Yandi/Elvira Inda Sari/TR) 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik
Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43 WIB

FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Berita Terbaru