Temuan Terbaru KPK: Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Khalid Basalamah

Ustadz Khalid Basalamah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait distribusi kuota haji tahun 2024. Salah satu yang turut diperiksa sebagai saksi adalah Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah, penceramah kondang, yang diduga berangkat ke Tanah Suci menggunakan kuota khusus bermasalah.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa Khalid diperiksa bukan sebagai tersangka, melainkan saksi.

“Kami memeriksa yang bersangkutan itu sebagai saksi fakta,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
“Sebagai saksi fakta, di mana yang bersangkutan itu juga berangkat pada tahun 2024. Jadi yang bersangkutan juga berangkat bersama rombongannya,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Beda NU dan Muhammadiah Dalam Menentukan Awal Puasa

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, juga menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mendalami informasi mengenai alur distribusi kuota haji tambahan serta perbedaan biaya yang dibayarkan oleh jemaah. Khalid Basalamah diperiksa selama kurang lebih 7,5 jam di Gedung Merah Putih KPK.

Klaim Tertipu Agen Travel

Usai pemeriksaan, Khalid Basalamah menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya penyimpangan dalam kuota haji tersebut. Ia mengaku merasa ditipu oleh pihak agen travel yang mengurus keberangkatan dirinya dan rombongan.

“Saya hanya berniat menunaikan ibadah haji. Ternyata travel yang saya gunakan membawa nama pihak lain. Saya dan rombongan menjadi korban,” ujar Khalid kepada wartawan.

Baca Juga :  BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

Khalid menambahkan, dirinya bersedia kooperatif membantu KPK mengungkap kasus ini secara tuntas agar tidak menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.

KPK Dalami Kuota Tambahan

KPK menyoroti penggunaan kuota haji tambahan yang seharusnya dikelola sesuai aturan, namun diduga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Dugaan korupsi ini juga berkaitan dengan selisih biaya yang dibebankan kepada jemaah.

Meski telah masuk tahap penyidikan, KPK hingga saat ini belum mengumumkan siapa saja pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk memperkuat penyidikan,” jelas Ali.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru