Jakarta – Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (08/02/2026) mencatat sebanyak 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi hasil survei tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tidak menjadikan angka survei sebagai target utama, melainkan fokus pada percepatan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bagi kami sesungguhnya bukan itu yang kita kejar, bukan hasil survei. Yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini itu bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” ujar Mensesneg kepada wartawan, Senin (09/02/2026), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Prasetyo mengatakan, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
“Jadi kita ingin bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai itu. Kalau kemudian itu diterima oleh masyarakat dalam bentuk hasil polling, itu kita serahkan kepada masyarakat, tapi kita tidak mengejar itu,” imbuhnya.
Meski tingkat kepuasan publik tergolong tinggi, Mensesneg mengakui pemerintah belum sepenuhnya puas terhadap capaian program-program yang sedang berjalan. Ia menekankan bahwa percepatan implementasi kebijakan tetap menjadi prioritas agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat secara merata.
“Masih banyak yang kita belum puas terhadap program-program yang kita inginkan cepat bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, cepat bisa mengurangi kesulitan-kesulitan masyarakat dan itu juga belum semuanya kan, takes time, masih butuh waktu,” ujarnya.
Sebagai contoh, Prasetyo menyebut program renovasi sekolah yang tengah diakselerasi pemerintah. Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional, meskipun prosesnya membutuhkan waktu.
“Misalnya, bagaimana kita merenovasi seluruh sekolah kan, dari kurang lebih 300 ribu sekolah di seluruh wilayah tanah air kita kan mungkin baru bisa kita selesaikan dalam 2–3 tahun itu,” tandasnya.
Pemerintah memastikan akan terus menggenjot pelaksanaan program prioritas agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.


























