KlopakIndonesia.com – Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena langit menarik berupa supermoon pertama di tahun 2026 pada Sabtu, 3 Januari 2026. Supermoon ini dikenal dengan sebutan Wolf Moon, yakni Bulan purnama yang terjadi ketika posisi Bulan berada sangat dekat dengan Bumi.
Fenomena ini membuat Bulan tampak lebih besar, lebih terang, dan lebih mencolok dibandingkan purnama pada umumnya. Supermoon Wolf Moon sekaligus menjadi pembuka rangkaian fenomena astronomi yang akan menghiasi langit sepanjang tahun 2026.
Waktu Terbaik Mengamati Supermoon di Indonesia
Di wilayah Indonesia, termasuk Bandung dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai terbit di ufuk timur sekitar pukul 18.10–18.15 WIB, atau tidak lama setelah Matahari terbenam. Momen Bulan terbit inilah yang dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengamati supermoon.
Saat Bulan masih berada dekat cakrawala, efek ilusi optik membuatnya tampak jauh lebih besar dan berwarna kekuningan hingga oranye. Seiring malam berjalan, Bulan akan naik lebih tinggi di langit dan tetap terlihat sangat terang hingga dini hari.
Secara astronomi, puncak fase purnama sebenarnya terjadi pada siang hingga sore hari. Namun, masyarakat tetap dapat menikmati supermoon sepanjang malam karena Bulan berada dalam kondisi purnama hampir sempurna selama lebih dari satu hari.
Apa Itu Supermoon?
Supermoon adalah istilah populer untuk menyebut Bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada di titik perigee, yakni jarak terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya. Pada kondisi ini, jarak Bulan ke Bumi bisa sekitar 356.000 kilometer, lebih dekat dibandingkan jarak rata-ratanya.
Akibatnya, ukuran tampak Bulan bisa terlihat sekitar 10–14 persen lebih besar dan cahayanya hingga 30 persen lebih terang dibandingkan Bulan purnama biasa. Meski perbedaannya tidak selalu mencolok, supermoon tetap menjadi fenomena yang menarik untuk diamati, terutama saat Bulan baru terbit.
Asal Usul Nama Wolf Moon
Sebutan Wolf Moon berasal dari tradisi penamaan Bulan purnama oleh suku asli Amerika dan masyarakat Eropa kuno. Nama ini merujuk pada bulan Januari, ketika pada masa lalu sering terdengar suara lolongan serigala di tengah musim dingin.
Meski tidak memiliki makna khusus secara ilmiah, penamaan tersebut masih digunakan hingga kini sebagai bagian dari tradisi astronomi populer.
Bisa Diamati Tanpa Alat Khusus
Supermoon Wolf Moon dapat disaksikan tanpa teleskop atau alat bantu khusus. Masyarakat cukup mencari lokasi terbuka dengan pandangan ke arah timur dan minim polusi cahaya. Mengamati dari area perbukitan, pantai, atau ruang terbuka akan memberikan pengalaman visual yang lebih optimal.
Bagi yang ingin mengabadikan momen ini, penggunaan kamera ponsel dengan mode malam atau kamera dengan lensa zoom dapat membantu menghasilkan gambar Bulan yang lebih detail.
Pembuka Fenomena Astronomi 2026
Supermoon Januari 2026 menjadi awal dari deretan fenomena astronomi menarik sepanjang tahun ini. Pada 2026, langit juga akan dihiasi oleh gerhana Matahari, gerhana Bulan, serta beberapa hujan meteor yang dapat disaksikan dari berbagai wilayah di Bumi.
Dengan cuaca cerah dan kondisi langit yang mendukung, supermoon Wolf Moon pada Sabtu malam ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam semesta sekaligus mengenal fenomena astronomi lebih dekat.


























