Tanaman calincing (Oxalis corniculata) mengandung sejumlah senyawa alami yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa kandungan penting yang terdapat dalam daun calincing antara lain vitamin C, flavonoid, tanin, saponin, serta senyawa fenolik. Kandungan asam oksalat yang cukup tinggi memberikan rasa asam khas pada tanaman ini sekaligus menjadi ciri utama yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya.
Vitamin C berperan sebagai antioksidan alami yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara flavonoid dan senyawa fenolik dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Tanin berfungsi membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan, sedangkan saponin dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
Manfaat Calincing bagi Kesehatan
Dalam pengobatan tradisional, calincing telah lama dimanfaatkan untuk berbagai keperluan kesehatan. Tanaman ini dipercaya membantu menurunkan panas tubuh dan meredakan demam, mengurangi peradangan, serta membantu melancarkan sistem pencernaan. Selain itu, calincing juga digunakan sebagai pendamping herbal untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Manfaat lain yang dikenal di masyarakat adalah penggunaannya sebagai obat luar. Daun calincing yang ditumbuk halus kerap ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami bengkak, bisul, atau luka ringan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
Cara Penggunaan Tradisional
Penggunaan calincing untuk kesehatan umumnya dilakukan secara sederhana. Untuk konsumsi, daun calincing segar dicuci bersih kemudian direbus menggunakan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Air rebusan tersebut diminum satu kali sehari dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari secara terus-menerus.
Sementara untuk pemakaian luar, daun calincing dapat ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang bermasalah. Penggunaan ini biasanya dilakukan satu hingga dua kali sehari sesuai kebutuhan.
Meski memiliki potensi manfaat, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi calincing secara berlebihan. Kandungan asam oksalat di dalamnya dapat berisiko bagi penderita gangguan ginjal jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan sebelum menjadikan tanaman ini sebagai bagian dari pengobatan rutin.


























