Qurban Jadi Intervensi Gizi: BKKBN Jabar Bagikan Daging untuk Cegah Stunting di Lingkungan KRS

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia.Bandung  — Perayaan Iduladha tahun ini dimanfaatkan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat untuk menebar manfaat lebih luas. Tidak sekadar ibadah, kegiatan qurban di tahun ini dijadikan sebagai langkah nyata pencegahan stunting melalui intervensi gizi berbasis protein hewani.

Bertempat di dua lokasi utama—Gudang Alkon Margacinta dan Kantor Kemendukbangga/BKKBN Jawa Barat di Jalan Suci, Bandung—ratusan paket daging qurban dibagikan kepada masyarakat sekitar, khususnya keluarga yang tinggal di Kampung Ramah Stunting (KRS).

“Kami ingin daging qurban ini bukan hanya jadi simbol ibadah, tapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial yang konkret, terutama untuk keluarga yang berisiko stunting,” ujar Dadi Ahmad Roswandi, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar.


🍽️ Berbagi Daging, Berbagi Gizi

Pembagian daging qurban ini difokuskan kepada ibu hamil, menyusui, serta keluarga dengan balita, karena mereka adalah kelompok paling rentan mengalami kekurangan gizi. Protein hewani seperti daging dinilai sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah risiko gagal tumbuh (stunting).

“Qurban tahun ini kami maknai sebagai momentum berbagi gizi, bukan hanya berbagi daging. Ini bagian dari investasi untuk masa depan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” tambah Dadi.


Sinergi Komunitas dan Pemerintah

BKKBN Jabar juga menggandeng mitra lokal untuk memastikan distribusi daging qurban tepat sasaran. Wilayah KRS, seperti Margacinta dan Suci, menjadi fokus utama karena telah mendapatkan pendampingan intensif dalam hal edukasi gizi, kesehatan keluarga, dan perencanaan hidup sehat.

Baca Juga :  LKS Dikmen ke-33 Resmi Dibuka: Cetak Talenta Unggul, Siapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Dengan pendekatan holistik dan berbasis komunitas, langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh konkret bahwa nilai keagamaan dan pembangunan kesehatan masyarakat bisa berjalan seiring.

Baca Juga :  Sekda Herman Ajak Disnakertrans di Jabar Progresif Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka

Stunting Bisa Dicegah, Dimulai dari Piring Makan Keluarga

BKKBN terus mengingatkan bahwa stunting tidak hanya masalah kurang makan, tetapi juga soal kualitas gizi dan pengetahuan keluarga. Melalui gerakan seperti ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

“Kalau satu porsi daging bisa bantu cegah stunting, maka qurban tahun ini bukan hanya berpahala, tapi juga berdampak,” tutup Dadi.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS
Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram
KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:24 WIB

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan

Selasa, 1 September 2026 - 21:01 WIB

PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Selasa, 1 September 2026 - 20:23 WIB

Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Berita Terbaru