Pendidikan Politik Jelang Pilkada 2024, Pj Wali Kota: Seluruh Masyarakat Bandung Adalah Pelaku Sejarah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 September 2024 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyebut, seluruh masyarakat Kota Bandung adalah pelaku sejarah pada Pilkada Serentak 2024 mendatang. Oleh karenanya, ia meminta semua pihak bahu membahu mewujudkan Pilkada Serentak yang damai dan sejuk.

Ia mengingatkan fakta sejarah pemilihan umum di Kota Bandung yang selalu berlangsung damai dan kondusif. Selain itu, angka partisipasi pemilih Kota Bandung selalu mencatatkan angka tinggi.

“Kita adalah pelaku sejarah dalam perjalanan demokrasi sepanjang 79 tahun Indonesia berdiri. Untuk pertama kalinya di tahun 2024 ini, Pilkada dilaksanakan serentak,” ujar Bambang dalam kegiatan Pendidikan Politik dalam rangka Membangụn Kesadaran Politik untuk Pilkada Serentk yang Damai dan Demokratis di Hotel Horison, Kamis 12 September 2024.

“Sepanjang sejarah, Pemilu ataupun Pilkada di Kota Bandung selalu berjalan kondusif. Terakhir pada Februari 2024, kita bergandengan tangan untuk mewujudkan itu. Dan pada 27 November nanti, ayo kita wujudkan Pilkada Serentak 2024 yang damai dan sejuk,” ajaknya.

Baca Juga :  UKBI Jadi Instrumen Strategis Wujudkan Kemahiran Berbahasa Indonesia yang Terstandar

Bambang mengakui, sejumlah tantangan bakal dihadapi masyarakat Kota Bandung pada Pilkada Serentak 2024. Antara lain jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah 3.576 yang lebih sedikit dari era Pilpres 2024.

TPS ini akan menjadi tempat pemungutan suara sebanyak 1.872.381 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bandung.

“Jumlah TPS-nya lebih sedikit dibanding era Pilpres, tapi daftar pemilihnya mungkin akan lebih banyak. Ini tantangan untuk mewujudkan Pilkada yang damai dan sejuk,” pesannya.

Ia juga memberi pesan agar semua pihak bahu membahu meningkatkan angka partisipasi pemilih. Sebagai gambaran, pada Pilpres 2024, angka partisipasi pemilih Kota Bandung berada di 82,9 persen.

Baca Juga :  KPU Kota Bandung Resmi Buka Pendaftaran Anggota PPK 2024, Sambut PILKADA SERENTAK 2024

“Cita-cita Kota Bandung berada lebih dari 90 persen (partisipasi). Mari wujudkan bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya menyebut, maksud dan tujuan kegiatan Pendidikan Politik ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat mengenai pelaksanaan Pilkada Serentak yang damai adil demokratis.

“Selain itu, untuk memberi info yang tepat mengenai hak dan kewajiban pemilih serta mendorong partisipasi aktif masyarakat Pilkada Serentak 2024,” ujar Sony.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti 321 peserta dari Forum Pembauran Kebangsaan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, MUI Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, serta organisasi kemasyarakatan di Kota Bandung.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi Capai Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Warga Diminta Pakai Masker
Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:53 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi Capai Jakarta, Banten dan Jawa Barat, Warga Diminta Pakai Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Berita Terbaru