Nadiem oh Nadiem

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saya, kita mungkin sebut saja ratusan juta penduduk Indonesia dibuat terkagum kagum, oleh seorang anak muda sukses menjadi founder dibidang startup sudah itu memberikan kesempatan kepada yang lain dan orang banyak untuk sebuah perubahan. Keren kan!

Sudah itu bikin ngiler bin ngacai investor untuk bergabung, berlomba-lomba menanamkan modal. Tak tanggung- tanggung sekelas Google, Temasek, JD.Com, Facebook,Paypal pokona hebat-hebat bahkan Astra juga ikut masuk. Omzet jangan ditanya, berlimpah ruah. Bayangkan masuk 2 trilyun exit 40 trilyun. Edun ngga?

Tentu investor senang bukan kepalang. Tapi sayang, sang CEO atau Foundernya ” keblinger” malah kepincut menjadi Menteri yang sama sekali asing di dunianya. Menristekdikti, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan diembanya.

Siapa dia, betul Nadiem Makarim. Sang pemilik Gojek. Dia malah terpeleset langsung _tisoledat_ Apapun ceritanya apapun masakan tentu DNA akan sangat beda. Ini pendidikan man..

Baca Juga :  PHK MASSAL DI MEDIA MASSA DAN LAHIRNYA ANGKATAN DISPLACED JOURNALISTS

Selama 5 tahun tidak ada terobosan di dunia pendidikan yang spektakuler. Malah kata JK ( Yusuf Kalla ) sang Wapres 2 periode. Nadiem jarang berkunjung ke daerah- daerah dan malah jarang ngantor. Gila bener.

Hasilnya kita sama-sama tahu, dia diborgol karena kasus dugaan korupsi pengadaan pengadaan laptop berbasis Chromebook, tidak tanggung-tanggung Rp1.98 Triliun. Sungguh miris.

Sedih saya melihatnya. Seorang Menteri yang seharusnya mengangkat kesejahteraan guru, meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Memble.

Saya, anda pernah tidak mendengar kabar sang Nadiem menggebrak dengan kebijakan dunia pendidikan meningkatkan kesejahteraan guru. Atau paling tidak menyapa para pendidik di daerah. Jujur saya katakan ” Tidak ada”.

Boleh saja Nadiem Makarim mengatakan ” saya tidak mungkin korupsi” , Ayah saya Komite Etik KPK sedang Ibu saya Pendiri Bung Hatta Anti Corupption Award. Itu bukan jaminan seseorang untuk terlepas dari mental _garong_

Baca Juga :  Keresahan ASN Berstatus PPPK soal Kepastian Perpanjangan Kontrak Kerja

Kenapa saya buat tulisan ini. Saya semata mata hanya mengingatkan untuk tidak main-main dengan dunia pendidikan. Karena ini menyangkut dengan masa depan bangsa. Uang Rp1,98 triliun bukanlah uang sedikit. _Loba eta teh_.

Kita pernah punya menteri-menteri hebat dijamannya ada Ki Hajar Dewantara, Syarief Thayeb, Daoed Yoesoep, Nugroho Nutosusanto, Fuad Hasan,Anies Baswedan, Muhajir Effendi yang memang pakarnya di bidang pendidikan. _Hapunten_ ini tidak ada dasar pendidik atau guru diangkat jadi Menteri. Hasilnya ya seperti ini. Kementerian rasa perusahaan.

Kebayang seseorang yang mendapatkan Bintang Mahaputra Adipradana, yang secara tidak langsung mendapatkan gelar pahlawan dan berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Bagaimana kelak anak cucu kita melihat seorang pahlawan dilabeli kata ” koruptor” sungguh amat miris kita melihatnya. Nadiem oh Nadiem

Hari Sinastrio
9/9/2025

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bedakan Wartawan dan Organisasi Wartawan, Masyarakat Jangan Salah Paham
TKA dan Semangat Mengembangkan Budaya Literasi Anak
Keresahan ASN Berstatus PPPK soal Kepastian Perpanjangan Kontrak Kerja
Analisis Hukum: Mengapa Perpol 10/2025 Bermasalah dan Apa Solusi Konstitusionalnya
Membongkar Teras Cihampelas: Mengakui Gagal, Menata Ulang Bandung
Surat Terbuka Dari Perwakilan Guru PPPK Kabupaten Bandung
Insinerator dan peliknya masalah sampah Kota Bandung
Haji oh Haji

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:48 WIB

Bedakan Wartawan dan Organisasi Wartawan, Masyarakat Jangan Salah Paham

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:55 WIB

TKA dan Semangat Mengembangkan Budaya Literasi Anak

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52 WIB

Keresahan ASN Berstatus PPPK soal Kepastian Perpanjangan Kontrak Kerja

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:55 WIB

Analisis Hukum: Mengapa Perpol 10/2025 Bermasalah dan Apa Solusi Konstitusionalnya

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:11 WIB

Membongkar Teras Cihampelas: Mengakui Gagal, Menata Ulang Bandung

Berita Terbaru

NEWS

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:44 WIB