MENTERI WIHAJI TINJAU KAMPUNG KB DI GARUT, TEKANKAN PENTINGNYA INTEGRASI PEMBANGUNAN KELUARGA

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. GARUT – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja sekaligus berdialog dengan masyarakat di Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, tepatnya di Pesantren Miftahul Ulum yang juga menjadi lokasi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Melati.

Dalam dialog tersebut, Wihaji menegaskan pentingnya memastikan keberadaan Kampung KB tidak hanya bersifat administratif atau simbolik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat integrasi berbagai program pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita punya program Kampung KB, yaitu Kampung Keluarga Berkualitas. Semangatnya adalah memastikan di kampung tersebut ada integrasi program, supaya misalnya tidak stunting, ada pengasuhan anak, serta berbagai kegiatan lain yang tujuannya mewujudkan keluarga berkualitas yang sehat dan mandiri,” ujar Wihaji saat ditemui di lokasi, Senin 10 November 2025.

Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan program Kampung KB di berbagai daerah benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar nama tanpa makna. Karena itu, ia turun langsung ke lapangan untuk melihat pelaksanaan dan mendengarkan masukan dari masyarakat serta tokoh lokal.

Baca Juga :  Pemangku Kepentingan Dukung Keberlanjutan Gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui MBKM Mandiri

“Kita mau bikin pendekatan baru. Jangan sampai nanti banyak Kampung KB, tapi faktanya tidak berjalan. Karena itu kita cek langsung ke lapangan. Tadi saya juga sudah berdialog dengan Pak Lurah dan tokoh pesantren. Ada beberapa program yang memang saling mendukung, termasuk pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Wihaji juga menyoroti keterlibatan pondok pesantren dan lembaga masyarakat dalam memperkuat sinergi antarprogram. Di Desa Caringin, pengembangan Kampung KB Melati diinisiasi oleh tokoh pesantren setempat bersama pemerintah desa, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk integrasi dengan program Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, pendekatan integratif ini penting agar pembangunan keluarga tidak berjalan secara sektoral.

“Kampung KB harus menjadi Kampung Keluarga Berkualitas yang saling integratif dan menyatu. Semangatnya satu: meningkatkan kualitas SDM, membangun kemandirian, dan menciptakan kebahagiaan serta ketenteraman di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Ukir Sejarah sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York

Saat meninjau lokasi, Wihaji juga sempat berdialog dengan masyarakat, termasuk para calon pengantin, orang tua balita, hingga pelajar. Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan bonus demografi.

“Kita ingin memastikan setiap tahap kehidupan, mulai dari calon pengantin, balita, pelajar hingga mahasiswa, semua siap menghadapi tantangan masa depan. Itu juga menjadi pesan Presiden kepada saya: pentingnya menjaga stabilitas demografi,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren. Wihaji berharap Kampung KB Melati dapat menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas dan berdaya saing.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan
Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar
Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan
Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil
Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Evaluasi “Kebutin, Bang!” April 2026 Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:36 WIB

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 15:21 WIB

Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar

Rabu, 22 April 2026 - 15:13 WIB

Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan

Rabu, 22 April 2026 - 09:32 WIB

Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Berita Terbaru