Mentan Amran Ajak 10 Juta Anggota Himpuni Gerakkan Brigade Pangan Untuk Percepat Swasembada

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Februari 2025 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak 10 juta anggota Perhimpunan Organisasi Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) untuk menggerakkan Brigade Pangan sebagai upaya bersama sekaligus langkah nyata dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto yaitu mencapai swasembada secara cepat dan singkat.

Menurut Mentan Amran, potensi cetak sawah dan juga optimasi lahan pertanian (Oplah) bisa dimaksimalkan untuk mencapai tujuan-tujuan negara dalam menyejahterakan rakyat. Ia menambahkan bahwa potensi sumber daya alam ini akan maksimal jika digerakkan oleh sumber daya manusia yang kompeten.
“Kalau semua anggota Himpuni bergerak saya yakin kita bisa menjadi negara super power. Himpunan harus ambil peran untuk menggerakkan brigade swasembada pangan. Ingat Himpuni ada 10 juta anggota dan bisa membangun pangan kita yang lebih kuat,” ujar Mentan Amran saat menyampaikan sekapur sirih pada Pembukaan Sidang Umum Majelis Ke-III di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/2/2025).
Mentan Amran mengatakan pemerintah sedang mengerjakan cetak sawah baru di Merauke, Papua Selatan dengan menggunakan mekanisasi sebagai transformasi pertanian tradisional ke modern. Selain itu, pemerintah juga terus bergerak mengerjakan optimasi lahan sebagai percepatan swasembada.
“Dan Himpuni harus ambil bagian dari kebijakan ini. Di Merauke ada brigade yang menguntungkan. Jadi tolong Himpuni kita germkan semua anggota. Syaratnya gampang, dia mau turun ke sektor pertanian karena di situ pendapatannya lebih tinggi dari pegawai. Sekarang yang daftar ada 27 ribu dan masih akan bertambah seiring berjalannya waktu,” katanya.
Saat ini, kata Mentan Amran, kebijakan pemerintah memiliki titik terang dan harapan besar dalam menjadikan Indonesia sebagai negara terkuat di dunia seperti efisiensi yang merata hampir di semua tingkatan kementerian. Sebagai contoh, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan penghematan dengan menekan biaya perjalanan dinas, biaya perbaikan gedung, sampai biaya operasional rapat-rapat di luar kantor.
“Kebijakan efisiensi ini adalah kebijakan yang terang-benderang diperuntukkan untuk kemajuan bangsa dan mengakomodir kepentingan rakyat. Kita tahu biaya listrik turun, biaya haji turun, (kuota) pupuk naik, dan benih tersedia. Sebentar lagi tidak usah risau kita akan membangun kepentingan bangsa yang jauh lebih besar. Saya katakan nanti biofuel akan jadi kekuatan baru. Sekarang baru B40 nanti kita jadikan solar. Energi ramah lingkungan dan kami sudah uji coba,” katanya.
Berikutnya, Mentan menambahkan bahwa kebijkan Preisden Prabowo adalah meminta semua kementerian/lembaga untuk mengembalikan hasil ekspornya ke negara. Lalu ada juga lembaga investasi Danantara yang sedang menyongsong Indonesia ke depan.
“Semua hasil ekspor harus kembali ke kita. Ini ada juga ide besar bapak Presiden yaitu danantara. Ini adalah raksasa dunia. Kalau kita lakukan semua ini dan pangan kita jadikan senjata, kita akan jadi lumbung pangan dunia,” jelasnya.
Baca Juga :  Alat Peraga Edukatif Buatan Guru, Simbol Kemandirian dan Daya Cipta Pendidikan di Nusantara
Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional
Kemendikdasmen Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Inklusif hingga 25 April 2026, Ribuan Guru Berpeluang Ikut

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Selasa, 14 April 2026 - 22:05 WIB

Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor

Berita Terbaru