Mendikdasmen Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter di World Muslim Scout Jamboree 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menghadiri _Scout Wisdom Forum_ yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan _World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025_. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (11/9), di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Forum internasional ini mengangkat tema _“Shaping the Youth Muslim Generation: From Scouts to a Civilized, United, and Peaceful World”_.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa kegiatan kepanduan merupakan instrumen penting dalam kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, program jambore ini sangat penting dan sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menunaikan amanat konstitusi serta melaksanakan kebijakan Presiden Prabowo. Jambore pramuka ini juga dipandangnya sebagai sarana membangun jiwa kepanduan sekaligus memperkuat jejaring antargenerasi muda muslim lintas negara.

“Program ini sangat penting dan sangat sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk kita membangun generasi yang berkarakter, generasi yang sehat, generasi yang kuat, dan generasi yang berdedikasi tinggi dalam membangun bangsa dan negaranya, untuk membangun jiwa kepanduan di kalangan generasi muda Muslim, memperkuat jejaring di antara generasi muda Muslim lintas negara dengan pramuka sebagai medianya,” ujar Abdul Muti.

Menteri Mu’ti menilai generasi muda kini rentan sebagai _fragile generation_ karena pola hidup tidak sehat, malas bergerak, dan kurang bersosialisasi. Menjawab tantangan itu, ia mendorong lahirnya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya perbaikan generasi, agar anak muda berubah dari _fragile generation_ menjadi _agile generation_.

Baca Juga :  Pemerintah Rombak Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Andi Amran Sulaiman Targetkan Efisiensi Anggaran 20 Persen

“Inilah yang coba kita perbaiki, kita jawab dengan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dan berbagai kegiatan yang dimaksudkan agar generasi muda ini perlahan-lahan berubah from _fragile generation_ menjadi _agile generation_,” jelas Abdul Muti.

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat selaras dengan nilai-nilai dalam praktik kepanduan. Keterkaitan tersebut tercermin dalam ajakan untuk hidup sehat melalui pola makan bergizi, rajin berolahraga, gemar belajar sepanjang hayat, serta aktif bersosialisasi dan bermasyarakat. Dari sana akan tumbuh generasi yang mencintai alam, memiliki kasih sayang terhadap sesama, dan optimis menghadapi tantangan.

“Nilai-nilai kepanduan ini menjadi bagian penting bagaimana kita membangun _agile generation_, generasi yang punya mentalitas yang kuat, generasi yang memiliki kemandirian, generasi yang memiliki kesiapan untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Dan itulah alasan saya kenapa pramuka saya wajibkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di semua jenjang pendidikan di Indonesia. Pramuka menanamkan kegembiraan,” imbuhnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya generasi muda gemar belajar sepanjang hayat, termasuk belajar dari alam. Menurutnya, kelebihan pramuka terletak pada kedekatannya dengan alam yang mengajarkan kemandirian dan pengalaman langsung tanpa bergantung pada teknologi.

“Inilah yang menjadi kelebihan pramuka adalah kedekatannya kepada alam dan bisa belajar kepada alam sehingga tidak bergantung pada teknologi. Kami berharap penyelenggaraan jambore ini dapat menjadi bagian dari upaya kita untuk membangun generasi muda yang lebih cinta tanah air, cinta alam, dan sesama manusia, dan juga memiliki komitmen dan kepedulian untuk bersama-sama menciptakan tata dunia yang damai. Dan juga membangun generasi yang hebat, yang punya kepemimpinan dan punya semangat untuk memajukan bangsa dan negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Dorong Transparansi Birokrasi Kota Bandung, Ijang Faisal Ajukan Diri Menjadi Calon Wakil Wali Kota Bandung

Selain itu, Zaky, peserta WMSJ, menyampaikan pengalamannya bahwa pramuka melatih keterampilan hidup di luar kelas. “Pramuka di kehidupan sehari-hari ya sangat penting. Seperti kita yang mungkin kurang belajar di kegiatan di luar, bagaimana kita merasakan kehidupan luar di alam terutama di alam bebas dan bagaimana kita cara bertahan hidup, melakukan kegiatan yang itu di luar kebiasaan kita. Misal ada di hutan, nggak ada makanan, bagaimana kita cari makannya? Kita harus bisa mencari jalan keluar,” ujar Zaky.

Sementara itu, Dhoha, peserta dari Aljazair, menekankan pentingnya pertemuan pramuka internasional sebagai ruang pertukaran budaya. “Sangat penting bagi kami untuk berbagi budaya kami saat bertemu. Kami bisa menikmati kehidupan alami, kami bisa belajar hal-hal baru, budaya baru dari pramuka kami akan meningkatkan pengalaman hidup kami yang menyenangkan,” tutur Dhoha.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru