Mendikdasmen: SMK Bidang Pertanian adalah Investasi Strategis Kedaulatan Pangan Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopskIndonesia – Sebagai upaya memperkuat peran strategis sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) menggelar Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan dengan tajuk “Dari SMK untuk Kedaulatan Pangan Bangsa”.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah bersama dalam membangun ekosistem SMK pangan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan guna memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa SMK bidang pertanian adalah investasi strategis untuk kedaulatan pangan masa depan. Transformasi pertanian harus dipahami secara luas, bahwa petani tidak selalu identik dengan sawah, melainkan adalah sebuah profesi yang dalam ekosistem pangan memiliki makna dan kontribusi.

“Indonesia memiliki potensi dan sumber daya manusia (SDM) yang besar untuk dapat mengembangkan produk kelautan dan pertanian lokal dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, peran SDM vokasi dalam hal ini adalah sangat penting untuk bagaimana membentuk dan mengembangkan mereka menjadi seorang petani modern yang mampu berkontribusi dalam bidang ketahanan pangan,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, dalam membuka simposium, di Jakarta, Senin (8/12).

Baca Juga :  Sekda Herman Suryatman Ajak ASN Jabar Hadirkan Pelayanan Sejahterakan Warga 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti juga turut menyoroti tentang revitalisasi SMK yang bertujuan untuk mengubah cara pandang dalam pengembangan kurikulum SMK. Menurutnya, revitalisasi ini bukan hanya membahas bagaimana SMK pertanian dapat maju, tetapi juga bagaimana murid-murid SMK dapat dekat dengan alam, memahami lingkungan sosialnya, bangga pada tempat tinggalnya, serta menguasai teknologi yang relevan dengan masa depan

“Kami berharap ke depannya SMK dapat menjadi salah satu institusi yang membantu terwujudnya ketahanan pangan nasional serta mengembangkan program keahlian yang berbasis keunggulan lokal, terutama dari sisi pertanian dan juga kelautan. Keunggulan yang dikembangkan dengan memaksimalkan potensi alam dan tradisi budaya sehingga menghasilkan sebuah pendapatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Saat menutup pidatonya, Menteri Mu’ti mendorong pemajuan pendidikan SMK melalui pengembangan SDM serta produk-produk SMK. “Kita harus menguatkan ekosistem SMK yang berbasis keunggulan lokal, termasuk kemitraan dan kerja sama dengan pemerintah daerah. SMK harus membawa kedaulatan pangan untuk memajukan kesejahteraan bangsa,” pungkas Menteri Mu’ti.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menuturkan bahwa melalui simposium ini,
Kemendikdasmen berupaya merumuskan revitalisasi sekaligus penyelarasan kurikulum SMK. Harapannya adalah peran SMK agar terus selaras dengan kebutuhan dunia industri serta dapat membangun kerja sama dan kolaborasi dengan dunia usaha dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Kedaulatan Pangan

Lebih lanjut, Dirjen Tatang menyampaikan bahwa rangkaian agenda simposium dirancang komprehensif untuk memastikan sinergi dari hulu ke hilir. Aspek kemitraan diperkuat melalui sesi business matching antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan SMK yang diperdalam kembali melalui diskusi kelompok terpumpun antarpeserta.

“Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran SMK. Dan juga secara keseluruhan mendukung terciptanya ekosistem pangan nasional yang semakin tangguh dengan sumber daya manusia bidang vokasi yang kompeten untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,” papar Dirjen Tatang.

Dalam pembukaan simposium ini, turut diluncurkan lima produk kebijakan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan yang bertujuan agar SMK dapat menghadirkan tata kelola yang profesional, layanan pembelajaran yang relevan, kemitraan industri yang kuat, kesiapan kerja global, dan sertifikasi kompetensi yang kredibel. Lima produk tersebut antara lain Filosofi SMK, Pedoman Tata Kelola Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK, Strategi Peningkatan Akses Keberkerjaan Lulusan SMK di Luar Negeri, Panduan Praktis Pengelolaan SMK Swasta oleh Yayasan untuk Menjadi Sekolah Unggul, dan Panduan Hubungan Industrial bagi Murid SMK.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma dan MSD Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin PCV15 dan HPV
Jabar Sisir 4.361 KPM Belum Ber-KB, DP3AKB Dorong Perencanaan Keluarga
Pegadaian dan BCA Perluas Tabungan Emas ke Aplikasi blu Digital
Komisi X Setujui Anggaran Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun untuk Pendidikan 2027
Kemendikdasmen Buka Bantuan Kuliah S1/D4 untuk 150 Ribu Guru melalui PKA
Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:44 WIB

Bio Farma dan MSD Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin PCV15 dan HPV

Rabu, 23 September 2026 - 13:57 WIB

Jabar Sisir 4.361 KPM Belum Ber-KB, DP3AKB Dorong Perencanaan Keluarga

Rabu, 23 September 2026 - 13:51 WIB

Pegadaian dan BCA Perluas Tabungan Emas ke Aplikasi blu Digital

Rabu, 23 September 2026 - 04:21 WIB

Komisi X Setujui Anggaran Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun untuk Pendidikan 2027

Rabu, 23 September 2026 - 04:17 WIB

Kemendikdasmen Buka Bantuan Kuliah S1/D4 untuk 150 Ribu Guru melalui PKA

Berita Terbaru