Bio Farma dan MSD Kerja Sama Transfer Teknologi Vaksin PCV15 dan HPV

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia.com – PT Bio Farma (Persero) memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dalam negeri melalui perluasan kerja sama strategis dengan MSD. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama transfer teknologi untuk vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15) dan vaksin human papillomavirus (HPV) nonavalent (9vHPV).

Perjanjian ini diresmikan pada 21 September 2026 waktu setempat di New York, Amerika Serikat. Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kemampuan manufaktur vaksin nasional sekaligus memperluas akses berkelanjutan terhadap vaksin inovatif berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya dan Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise MSD, Gregg Szabo.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Kelanjutan Kolaborasi Bio Farma dan MSD

Perjanjian transfer teknologi ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi strategis antara Bio Farma dan MSD yang telah terjalin sejak 2016.

Kerja sama tersebut memasuki fase baru dengan fokus pada pengembangan kapabilitas manufaktur vaksin serta transfer teknologi dalam jangka panjang.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan, perjanjian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional.

“Penandatanganan perjanjian kerangka kerja sama transfer teknologi ini merupakan langkah penting bagi Bio Farma dalam memperkuat kapabilitas manufaktur vaksin dan kemandirian industri kesehatan nasional,” ujar Shadiq.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi, pengetahuan, keahlian, serta kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma berupaya memastikan penguatan kapabilitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui akses yang semakin berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membangun fondasi industri kesehatan yang lebih tangguh dan berdaya saing bagi generasi mendatang.

Transfer Teknologi Vaksin PCV15 dan HPV

Kerja sama Bio Farma dan MSD mencakup transfer teknologi untuk dua jenis vaksin, yaitu vaksin pneumokokus konjugat 15-valen (PCV15) dan vaksin human papillomavirus (HPV) nonavalent (9vHPV).

Vaksin PCV15 ditujukan untuk membantu melindungi terhadap penyakit tertentu yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus.

Sementara itu, vaksin HPV nonavalent (9vHPV) ditujukan untuk membantu mencegah penyakit tertentu yang berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV).

Melalui kerja sama tersebut, Bio Farma dan MSD mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Transfer teknologi juga diharapkan dapat memperluas kapasitas manufaktur lokal dan berkontribusi terhadap ketersediaan vaksin berkualitas di Indonesia.

Kedua perusahaan akan melanjutkan kerja sama pelaksanaan transfer teknologi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Sejalan dengan Agenda Asta Cita Pemerintah

Kerja sama Bio Farma dan MSD sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia, khususnya prioritas yang berkaitan dengan penguatan kemandirian ekonomi, hilirisasi industri, serta pengembangan sektor strategis, termasuk kesehatan.

Baca Juga :  3 Investor Besar Incar Persib Bandung, Backing Bayern Munchen & Manchester City, Transfer Mewah Menyusul?

Melalui kemitraan ini, kedua pihak berupaya meningkatkan kapabilitas teknologi Indonesia, mendukung sistem kesehatan nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkuat daya saing industri kesehatan dalam jangka panjang.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui pengembangan kapasitas di dalam negeri.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemampuan nasional dalam menyediakan solusi kesehatan preventif yang berkualitas dan mendukung penguatan sistem kesehatan Indonesia,” kata Budi.

MSD Dukung Penguatan Pencegahan Penyakit

Senior Vice President, Global Vaccines & Infectious Diseases Franchise MSD, Gregg Szabo, mengatakan bahwa inovasi dalam pencegahan penyakit memiliki peran penting dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik.

MSD, menurutnya, berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan mitra di berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam memperluas manfaat inovasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kemitraan dengan Bio Farma, MSD berharap dapat mendukung penguatan upaya pencegahan penyakit sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Bagi Bio Farma, penguatan kapabilitas manufaktur vaksin dalam negeri diharapkan dapat mendukung ketahanan kesehatan melalui pengembangan ekosistem dan rantai pasok vaksin nasional.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui akses yang lebih berkelanjutan terhadap vaksin berkualitas.

Dengan transfer teknologi dan pengembangan kemampuan manufaktur lokal, Bio Farma dan MSD melanjutkan kolaborasi strategis untuk mendukung penguatan industri kesehatan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif
MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Jawa Barat Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 dari Bappenas
Kasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Seberapa Parah Gejalanya?

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:24 WIB

DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:40 WIB

MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing

Berita Terbaru