Klopakindonesia.com — Seledri merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang kerap digunakan sebagai pelengkap masakan, mulai dari sup hingga taburan pada berbagai hidangan. Namun, di balik aromanya yang khas, seledri juga dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk jus.
Seledri ( Apium graveolens ) termasuk sayuran rendah kalori tetapi padat nutrisi. Sayuran ini mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, kalium, kalsium, serta magnesium. Selain itu, seledri juga kaya antioksidan, flavonoid, dan senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk menjaga fungsi tubuh.
Berkat kandungan airnya yang tinggi, seledri juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Tak heran jika jus seledri kini banyak dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Jika dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang wajar, jus seledri dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan berikut ini:
1. Membantu Menjaga Tekanan Darah
Seledri mengandung senyawa alami seperti phthalides yang dipercaya dapat membantu merelaksasi pembuluh darah. Efek ini berpotensi membantu melancarkan aliran darah sehingga tekanan darah lebih terkontrol. Kandungan kaliumnya juga berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Jus seledri kaya akan serat dan air yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Konsumsi rutin dipercaya dapat mengurangi keluhan sembelit serta membantu menjaga kesehatan usus. Seledri juga memiliki sifat antiinflamasi yang baik untuk saluran cerna.
3. Menangkal Radikal Bebas
Kandungan antioksidan seperti flavonoid dan vitamin C dalam seledri berperan penting dalam melawan radikal bebas. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan serta mendukung daya tahan tubuh.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi jus seledri sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup aktif. Bagi penderita kondisi medis tertentu, seperti gangguan ginjal atau yang sedang mengonsumsi obat tertentu, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya konsumsi harian.


























