Makna Penting Dasasila Bandung Hasil Konferensi Asia Afrika 1955

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juli 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dasasila Bandung adalah suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Dasasila Bandung merupakan hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Bandung pada 18-25 April 1955.

Dilansir dari laman Museum Konperensi Asia Afrika, peristiwa bersejarah yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 merupakan titik balik kerja sama negara-negara di kawasan Asia dan Afrika.

Penjajahan yang dialami oleh negara-negara di kawasan Asia dan Afrika menjadi salah satu latar belakang diadakannya konferensi ini.

Terlebih saat itu lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (kapitalis) dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Sovyet (komunis), semakin memanaskan situasi dunia.

Hal tersebut menumbuhkan ketakutan dunia akan kembali dimulainya Perang Dunia.

Maka ide penyelenggaraan KAA akhirya direalisasikan dengan Indonesia sebagai tuan rumahnya, yang dihadiri 29 negara peserta, termasuk 5 negara sponsor.

Dikutip dari laman Kemendikbud, Konferensi Asia Afrika 1955 memiliki beberapa tujuan, antara lain:

Baca Juga :  Ribuan Driver Ojol Di Jabodetabek Demo Besok, Grab Gojeg Menanggapi Begini

1. Mempererat solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika.

2. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial ekonomi dan kebudayaan dari negara-negara Asia dan Afrika.

3. Menjalin kerukunan antar umat beragama di wilayah Asia dan Afrika.

4. Memberikan sumbangan untuk memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.

5. Mencanangkan gerakan politik untuk melawan kapitalisme asing.

6. Melawan kolonialisme dan neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara imperialis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Soekarno, mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul “Let a New Asia And a New Africa be Born” (Mari Kita Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru).

Konsensus yang menjadi hasil dari Konferensi Asia Afrika salah satunya berbentuk deklarasi yang memuat dalam 10 poin keputusan, yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung.

Berikut adalah isi 10 poin penting dari Dasasila Bandung yang lahir pada KAA 1955.

1. Menghormati hak-hak asasi manusia dan menghormati tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB.

Baca Juga :  Mendukbangga Wihaji Ingin Jabar Pertahankan Kinerja Bangga Kencana

2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara.

3. Mengakui persamaan derajat semua ras serta persamaan derajat semua negara besar dan kecil.

4. Tak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan dirinya sendiri atau secara kolektif, sesuai dengan isi Piagam PBB.

6. (a) Tidak menggunakan pengaturan-pengaturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus negara besar mana pun. (b) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain mana pun.

7. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi atau menggunakan kekuatan terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.

8. Menyelesaikan semua perselisihan internasional dengan cara-cara damai, seperti melalui perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum, ataupun cara-cara damai lainnya yang menjadi pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan isi Piagam PBB.

9. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama.

10. Menjunjung tinggi keadilan dan kewajiban-kewajiban internasional.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026
Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:45 WIB

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Opini

Desil oh Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:39 WIB

NEWS

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:45 WIB