Kunjungi Rumah Keluarga Berisiko Stunting di Cianjur, Program GENTING Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Cianjur, sejumlah rumah keluarga yang berisiko stunting turut didatangi untuk melihat secara langsung kondisi yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami secara nyata tantangan yang dialami keluarga yang rentan terhadap stunting, sekaligus memastikan program pencegahan yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa persoalan stunting tidak cukup dipahami hanya melalui data statistik atau laporan angka semata. Kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Data dan angka memang penting, tetapi kita juga harus hadir langsung, mendengar cerita mereka, dan memahami tantangan yang mereka hadapi setiap hari. Dari situlah kita bisa memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Prajurit Satgas Yonmek UNIFIL Tetap Rayakan HUT Ke-79 TNI Di Tengah Konflik Lebanon

Melalui kunjungan tersebut diharapkan pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dapat berjalan lebih tepat sasaran. Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting.

Program GENTING mengajak masyarakat luas untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan. Bentuk dukungan yang diberikan dapat berupa bantuan pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga dukungan lainnya yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Pendekatan gotong royong tersebut dinilai penting karena persoalan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Penanganannya membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.

“Stunting bukan hanya persoalan satu keluarga, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa. Karena itu melalui program GENTING kita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu keluarga-keluarga yang membutuhkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Hindari Polemik Sabotase, Gus Abduh Minta Kepolisian Usut Tuntas Kebakaran di Kementerian ATR

Ia juga menekankan bahwa masa depan anak-anak Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas gizi dan kesehatan pada masa awal kehidupan. Oleh karena itu, berbagai intervensi yang dilakukan harus mampu memastikan ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat, ia optimistis upaya memutus rantai stunting dapat tercapai. Langkah ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan.

“Setiap anak berhak tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu kita harus bergerak bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” tutupnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan
Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan
Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat
Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi
Kemendikdasmen Buka Pelatihan Mandiri bagi Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat

Berita Terbaru