Iran Pakai Rudal Tercepat Hancurkan Kantor Intelijen Israel, IOF C4I Hancur

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran – Tel Aviv, 21 Juni 2025 — Ketegangan antara Iran dan Israel kian memuncak setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik hipersonik dalam serangan presisi tinggi yang menghantam markas intelijen militer Israel. Target yang dihancurkan diduga merupakan fasilitas vital milik IOF C4I Directorate — unit yang mengelola komando, kontrol, komunikasi, komputer, dan intelijen Angkatan Bersenjata Israel.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa rudal yang digunakan dalam serangan itu adalah Fattah-2, rudal hipersonik terbaru yang diklaim memiliki kecepatan lebih dari Mach 12 dan mampu menghindari sistem pertahanan Iron Dome maupun Arrow 3.

“Ini bukan sekadar respons militer, ini adalah pesan strategis. Kami tahu di mana pusat kendali mereka, dan kami telah menunjukkan bahwa kami bisa menembusnya,” ujar seorang pejabat senior Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kepada kantor berita Fars.

Sumber militer Israel mengakui bahwa terjadi kerusakan parah pada salah satu fasilitas komunikasi pertahanan di wilayah Negev, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut. Media lokal menyebut sejumlah sistem pengendali drone dan jaringan komunikasi militer mengalami “pemadaman total” selama beberapa jam pasca serangan.

Baca Juga :  FAZAR SUPRIADI SENTOSA APRESIASI CAPAIAN POSITIF REALISASI ANGGARAN DAN BOKB TAHUN 2023

Serangan ini dinilai sebagai pukulan serius terhadap tulang punggung komunikasi tempur militer Israel. C4I Directorate selama ini berfungsi sebagai “otak digital” untuk koordinasi operasi darat, udara, dan laut, serta sebagai penghubung antara Mossad dan militer reguler.

Pemerintah Israel langsung menggelar rapat keamanan darurat dan memperingatkan kemungkinan balasan militer besar. PM Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu sebagai “eskalasi besar-besaran yang akan mendapat jawaban sepadan.”

Baca Juga :  Meneguhkan Komitmen Global untuk Ketahanan Kesehatan Dunia, Menjelang Penyelenggaraan 26th DCVMN Annual General Meeting (AGM) di Bali

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membela tindakan tersebut sebagai bentuk “pertahanan aktif” dan menegaskan bahwa Iran hanya merespons provokasi dan serangan sebelumnya terhadap fasilitas diplomatik dan konsuler Iran di luar negeri.

“Kami tidak mencari perang, tapi kami tidak akan membiarkan agresi terus-menerus terhadap bangsa dan aset strategis kami. Musuh harus tahu bahwa era kebal telah berakhir,” kata Araghchi dalam konferensi pers di Jenewa.

Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan mendesak pembukaan jalur diplomasi sebelum konflik regional ini berubah menjadi perang besar di Timur Tengah.


Editor: Redaksi Klopakindonesia.com
Kategori: Internasional | Pertahanan & Keamanan | Timur Tengah

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru