Haji oh Haji

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agama Islam mewajibkan umatnya untuk melengkapi Rukun Islam yang pamungkas yaitu melaksanakan ibadah haji ( bagi yang mampu ). Rukun Islam yang kelima ini sangat didambakan oleh segenap umat muslim.

Orang rela menjual apa saja sawah, rumah, rela menabung bertahun demi predikat haji. Biarpun orang sudah ber umroh ( haji kecil ) beberapa kali akan tidak afdol rasanya kalau tidak berhaji di bulan Dzulhijah.

Dari tahun ke tahun orang yang akan melakukan ibadah haji terus meningkat, akan tetapi karena kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi terbatas. Tidak semua dapat diberangkatkan ke tanah suci. Ada daftar antrian yang mesti dilalui.

Dasar sifat rakus dan serakahnya manusia durjana. Tidak takut terhadap azab Allah. Orang yang mengurus haji yang nota bene sangat paham hukum agama. Dengan seenak ” jidat” mempermainkan kuota haji demi ” cuan”

Baca Juga :  India versus Pakistan

Baru-baru ini KPK mengungkap, bahwa 8.400 jemaah haji Indonesia pada tahun 2024 gagal berangkat imbas kasus korupsi kuota haji.

Harusnya sekitar 1.600 untuk kuota khusus. Tapi kemudian 8.400 yang seharusnya kuota reguler dipindahkan jadi kuota khusus.

Artinya ada 8.400 orang jemaah yang sudah mengantre lebih dari 14 tahun yang seharusnya berangkat tahun 2024 menjadi gagal berangkat akibat ulah-ulah para durjana yang berkedok agama.

Sungguh ironi orang di negeri yang mayoritas umat muslim ini.

Baca Juga :  PAPS, nasib sekolah swasta dan standarisasi kebijakannya

Kuota khusus memang berbiaya lebih besar daripada kuota reguler. Tapi kuotanya hanya 8 persen dari jumlah yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Sedangkan kuota reguler 92 persen. Ini malah dibalik 8 kuota reguler sedangkan 92 persen kuota khusus. Yang tentu ada permainan ” pat gulipat” dari oknum-oknum pengurus haji.

Orang yang berduit tanpa harus menunggu lama bisa segera bisa melaksanakan ibadah haji, dengan mengambil jatah kuota reguler. Yang penting berani bayar mahal. Disitulah oknum oknum durjana bermain.

Kata bang Haji Oma Irama ” sungguh terlalu”. Untuk urusan akherat pun di korupsi. Apalagi urusan dunia. Haji oh haji

Hari Sinastrio
28/08/2025

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bedakan Wartawan dan Organisasi Wartawan, Masyarakat Jangan Salah Paham
TKA dan Semangat Mengembangkan Budaya Literasi Anak
Keresahan ASN Berstatus PPPK soal Kepastian Perpanjangan Kontrak Kerja
Analisis Hukum: Mengapa Perpol 10/2025 Bermasalah dan Apa Solusi Konstitusionalnya
Membongkar Teras Cihampelas: Mengakui Gagal, Menata Ulang Bandung
Surat Terbuka Dari Perwakilan Guru PPPK Kabupaten Bandung
Insinerator dan peliknya masalah sampah Kota Bandung
Nadiem oh Nadiem

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:48 WIB

Bedakan Wartawan dan Organisasi Wartawan, Masyarakat Jangan Salah Paham

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:55 WIB

TKA dan Semangat Mengembangkan Budaya Literasi Anak

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52 WIB

Keresahan ASN Berstatus PPPK soal Kepastian Perpanjangan Kontrak Kerja

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:55 WIB

Analisis Hukum: Mengapa Perpol 10/2025 Bermasalah dan Apa Solusi Konstitusionalnya

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:11 WIB

Membongkar Teras Cihampelas: Mengakui Gagal, Menata Ulang Bandung

Berita Terbaru

NEWS

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:44 WIB