Fenomena Langit: Hujan Meteor Bootids Puncak 27 Juni 2025, Saksikan Setelah Matahari Terbenam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi para penggemar astronomi dan langit malam, fenomena hujan meteor Bootids akan mencapai puncaknya pada Jumat, 27 Juni 2025. Berdasarkan informasi dari situs astronomi In-The-Sky.org, puncak aktivitas hujan meteor ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Karena waktu puncaknya bertepatan dengan matahari terbenam, waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor ini adalah mulai setelah senja hingga malam hari, saat langit cukup gelap untuk melihat kilatan meteor yang melintas.

Baca Juga :  Sidang Kabinet di IKN Tonggak Keberlanjutan Pembangunan Ibu Kota Baru

Tentang Hujan Meteor Bootids

Hujan meteor Bootids berasal dari sisa-sisa debu komet 7P/Pons-Winnecke. Fenomena ini termasuk hujan meteor dengan intensitas rendah hingga sedang, namun dalam beberapa tahun tertentu, aktivitasnya bisa cukup tinggi. Meteor dari hujan ini tampak berasal dari rasi bintang Boötes, yang berada di langit utara.

Tips Menyaksikan Hujan Meteor:

  • Cari tempat minim polusi cahaya, jauh dari lampu kota.
  • Pastikan langit dalam kondisi cerah tanpa awan.
  • Tidak perlu menggunakan teleskop; mata telanjang sudah cukup, karena meteor melintas cepat dan menyebar luas di langit.
  • Arahkan pandangan ke bagian langit utara dan biarkan mata beradaptasi dengan gelap sekitar 15–20 menit.
Baca Juga :  Jawa Barat Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 13 Kali Berturut-turut

Catatan Tambahan

Walau intensitas hujan meteor Bootids biasanya tidak terlalu tinggi (sekitar 1–10 meteor per jam), tetap menjadi kesempatan langka untuk menikmati keindahan alam semesta. Pastikan cuaca mendukung di wilayah Anda.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan
Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas
IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat
Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional
SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026
Kemendikdasmen dan MD Entertainment Salurkan 2.500 Pasang Sepatu untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh
Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pembentukan Pokja BSAN di Daerah
Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:33 WIB

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:54 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026

Berita Terbaru

NEWS

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:54 WIB