Dari Unix ke Linux: Evolusi Sistem Operasi Open Source Dunia

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klopakindonesia.com – Linux menjadi salah satu sistem operasi paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi global. Digunakan secara luas pada server internet, layanan cloud, superkomputer, hingga perangkat pintar, Linux memiliki sejarah panjang yang berakar dari Unix dan berkembang melalui konsep open source. Selain itu, Linux hadir dalam berbagai distribusi (distro) yang masing-masing memiliki karakter dan tujuan berbeda.

Unix, Cikal Bakal Linux

Sejarah Linux bermula dari Unix, sistem operasi yang dikembangkan pada akhir 1960-an di Bell Labs oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie. Unix dirancang sebagai sistem operasi multiuser dan multitasking, dengan tingkat stabilitas tinggi serta mampu berjalan di berbagai perangkat keras.

Konsep Unix sangat revolusioner pada masanya dan menjadi fondasi bagi banyak sistem operasi modern. Namun, seiring perkembangan, Unix menjadi sistem operasi tertutup dan berbayar, sehingga tidak semua orang dapat mengakses dan mengembangkannya secara bebas.

Lahirnya Konsep Open Source

Keterbatasan akses terhadap Unix mendorong munculnya konsep open source, yaitu model pengembangan perangkat lunak yang membuka kode sumber untuk publik. Melalui open source, pengguna memiliki kebebasan untuk menggunakan, mempelajari, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang perangkat lunak.

Konsep ini melahirkan budaya kolaborasi global dan mempercepat inovasi teknologi, berbeda dengan perangkat lunak proprietary yang bersifat tertutup.

Baca Juga :  Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor

Proyek GNU dan Kelahiran Linux

Pada tahun 1983, Richard Stallman memulai Proyek GNU dengan tujuan menciptakan sistem operasi bebas yang mirip Unix. GNU berhasil mengembangkan banyak komponen penting, namun belum memiliki kernel yang stabil.

Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 1991, ketika Linus Torvalds merilis kernel Linux secara terbuka. Kernel ini kemudian digabungkan dengan komponen GNU, membentuk sistem operasi lengkap yang dikenal sebagai GNU/Linux.

Distribusi Linux Pertama

Linux tidak dikembangkan sebagai satu sistem tunggal. Pada tahun 1993, Slackware menjadi distribusi Linux pertama yang dirilis secara luas. Slackware dikenal sederhana dan mendekati sistem Linux murni, serta menjadi dasar berkembangnya distro-distro lain.

Setelah itu, muncul distro penting lainnya seperti Debian dan Red Hat, yang hingga kini masih menjadi fondasi utama ekosistem Linux modern.

Perbedaan Masing-Masing Distro Linux

Setiap distro Linux dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda:

  • Slackware: Stabil dan minim modifikasi, ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut.
  • Debian: Sangat stabil dan berbasis komunitas, banyak digunakan pada server.
  • Ubuntu: Turunan Debian yang ramah pengguna dan populer di desktop.
  • Red Hat Enterprise Linux (RHEL): Distro berbayar untuk kebutuhan enterprise dan bisnis.
  • CentOS, Rocky Linux, AlmaLinux: Alternatif gratis berbasis RHEL untuk server.
  • Fedora: Mengusung teknologi terbaru, cocok untuk pengembang.
  • Arch Linux: Fleksibel dan ringan dengan konsep rolling release.
  • Linux Mint: Fokus pada kemudahan penggunaan, cocok bagi pemula.
Baca Juga :  Deretan Fenomena Langit Terbaik di Penghujung Tahun 2025

Tabel Perbandingan Singkat Distro Linux

Distro Linux Target Pengguna Tingkat Kemudahan Fokus Utama
Slackware Profesional Rendah Stabilitas & kemurnian sistem
Debian Server & Desktop Sedang Keamanan dan kestabilan
Ubuntu Pemula Tinggi Kemudahan penggunaan
Fedora Developer Sedang Teknologi terbaru
Arch Linux Pengguna mahir Rendah Fleksibilitas & kontrol penuh
RHEL Enterprise Sedang Dukungan bisnis
Rocky/AlmaLinux Server Sedang Alternatif RHEL gratis
Linux Mint Pemula Sangat tinggi Desktop ramah pengguna

Linux di Era Digital

Saat ini, Linux menjadi tulang punggung infrastruktur digital dunia. Mayoritas server internet, superkomputer, sistem cloud, hingga Android menggunakan kernel Linux. Dukungan komunitas global dan perusahaan teknologi besar membuat Linux terus berkembang dan relevan.

Kesimpulan

Linux merupakan hasil evolusi panjang dari Unix yang dikembangkan melalui semangat open source dan kolaborasi global. Dengan beragam distro yang tersedia, Linux mampu menjawab kebutuhan pengguna dari berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga industri teknologi skala besar.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia
KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara
Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya
Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih
Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor
Awal Penanggalan Tahun Masehi dan Mengapa Menggantikan Kalender Julian
Mengenal Jembatan Bailey, Akses Darurat Andalan Saat Infrastruktur Rusak

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:51 WIB

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:41 WIB

4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIB

KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:41 WIB

Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:34 WIB

Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih

Berita Terbaru