Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Jawa Barat berlangsung istimewa dengan hadirnya Bunda PAUD Jawa Barat sekaligus Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.D.L.P. Acara yang digelar di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, pada Selasa (9/12/2025) itu menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan anak usia dini di Jawa Barat melalui pelantikan Pokja Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh strategis, mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Purwanto, hingga para pimpinan daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan, terutama pendidikan pada jenjang paling dasar—anak usia dini.
Pelantikan Pokja Bunda PAUD: Langkah Nyata Memperkuat PAUD Berkualitas
Dalam kegiatan tersebut, dr. Siska Gerfianti secara resmi melantik Pokja Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, ramah anak, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai Bunda PAUD Jawa Barat, dr. Siska menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya bergantung pada lembaga pendidikan formal, tetapi juga peran aktif keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah. Penguatan Pokja Bunda PAUD diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor sehingga program-program PAUD dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung pada anak-anak.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi pendidik PAUD, pengadaan sarana prasarana yang ramah anak, serta pengembangan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
HGN 2025: Apresiasi untuk Guru dan Pengingat Peran Strategis Pendidikan
Puncak Peringatan HGN 2025 menjadi ruang apresiasi bagi para guru dan pendidik yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi bangsa. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggarisbawahi pentingnya layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan inklusif.
Dinas Pendidikan Jawa Barat memastikan bahwa peringatan HGN bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di berbagai jenjang.
Gubernur Dedi Mulyadi: Pendidikan Karakter Harus Dimulai dari Cinta Lingkungan
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kuat tentang kelestarian alam. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini, dan salah satu nilai penting yang harus ditanamkan adalah kecintaan terhadap lingkungan.
“Nasionalis sejati adalah mereka yang menangis saat hutan dibabat dan mata air mengering,” tegasnya.
Dedi Mulyadi menilai bahwa guru dan Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Melalui pendidikan usia dini, anak-anak dapat belajar memahami pentingnya menjaga bumi, mencintai makhluk hidup, memanfaatkan sumber daya secara bijak, serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari identitas bangsa.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pendidik, keluarga, hingga masyarakat luas, untuk terlibat aktif dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di Jawa Barat sebagai warisan berharga bagi generasi di masa depan.
Menuju Jawa Barat Ramah Anak dan Berdaya Saing
Pelantikan Pokja Bunda PAUD dan peringatan HGN 2025 ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Jawa Barat menuju provinsi yang semakin ramah anak dan berdaya saing. Melalui sinergi lintas sektor, penguatan lembaga pendidik, pembinaan keluarga, serta pemenuhan layanan PAUD yang berkualitas, pemerintah menargetkan terbentuknya generasi yang kuat secara karakter, sehat secara fisik, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan dukungan penuh dari Gubernur, Bunda PAUD, DP3AKB, Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah di seluruh wilayah Jawa Barat, masa depan pendidikan anak usia dini diharapkan semakin cerah. Jawa Barat optimis mampu mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli, berakhlak, dan mencintai lingkungan.


























