Bulan Guru, Kemendikdasmen Sampaikan Komitmen Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 November 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti mengatakan bahwa profesi guru adalah pilihan mulia karena mereka telah mendedikasikan kemampuan dan waktu untuk membimbing serta memuliakan murid agar dapat tumbuh dan berkembang mencapai cita-cita mereka. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru secara bertahap.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung profesi guru, baik dari sisi kesejahteraan maupun pengembangan kompetensi. Mendikdasmen menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, baik ASN maupun non-ASN. Salah satunya melalui kenaikan tunjangan sertifikasi serta bantuan insentif bagi guru honorer.

“Peningkatan tunjangan sertifikasi bagi para guru ASN dan non-ASN terus kami lakukan. Mulai tahun lalu, kami telah memberikan bantuan insentif bagi guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan, dan tahun depan kami naikkan menjadi Rp400 ribu per bulan. Selain itu, mulai tahun ini, kami memberikan beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D-4 atau S-1. Kesempatan melanjutkan studi S-1/D-4 dengan beasiswa Rp3 juta per semester sudah kami alokasikan dan mulai berjalan, untuk tahun ini untuk 12.500 guru. Tahun depan, InsyaAllah beasiswa untuk guru menempuh studi D-4 atau S-1 dialokasikan untuk 150.000 guru,” tutur Mendikdasmen dalam peluncuran Bulan Guru Nasional di SLBN 1 dan SLBA Pembina di Jakarta, Jumat (31/10).

Baca Juga :  Atasi Kendala Perizinan Impor serta Penumpukan Kontainer di Pelabuhan, Pemerintah Berlakukan Permendag Nomor 8 Tahun 2024

Mendikdasmen menyadari tantangan yang dihadapi guru ke depan akan semakin berat, sehingga para pendidik perlu terus meningkatkan kompetensi dan menjaga motivasi dalam menjalankan tugasnya. Di samping upaya pemerintah menjalankan berbagai kebijakan di atas, ia juga menggarisbawahi peran penting partisipasi semesta dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan Hari Guru Nasional pada tahun ini kita semua berusaha untuk bersama-sama berpartisipasi menjadikan guru-guru kita ini sebagai pendidik yang hebat, menjadikan guru-guru kita ini sebagai pelopor, sebagai ujung tombak dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa,” jelas Menteri Mu`ti.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa mulai tahun 2026, pemerintah akan menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi guru, seperti pelatihan bahasa Inggris sebagai persiapan diberlakukannya mata pelajaran tersebut di kelas 3 SD pada 2027, serta pelatihan bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus yang dibiayai APBN.

Selain itu, disiapkan pelatihan pembelajaran mendalam, kebinekaan, dan peningkatan kompetensi bidang studi. Pemerintah juga berkomitmen mengurangi beban administratif agar guru lebih fokus mengembangkan diri melalui kebijakan “Hari Belajar Guru” yang mendorong pengembangan profesional berkelanjutan di tengah tantangan zaman. Sementara untuk pelatihan bagi guru-guru pendamping untuk anak pendidikan khusus ini juga dilakukan dalam rangka memenuhi kekurangan tenaga guru pendamping di sekolah-sekolah inklusi maupun di sekolah luar biasa.

Baca Juga :  Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2025: Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Karakter Pelajar

Nunuk Suryani menambahkan, selama Bulan Guru dan Hari Guru Nasional 2025, Kemendikdasmen akan memberikan penghargaan GTK yang mencakup Anugerah GTK dan Apresiasi GTK. Penghargaan tersebut ditujukan bagi guru, tenaga kependidikan, dan tokoh yang memiliki dedikasi serta perhatian besar terhadap dunia pendidikan. “Mudah-mudahan dengan pendekatan dan kebijakan ini kami bisa memenuhi visi besar kami dan juga tugas Pak Presiden untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himatul Aliyah, mengapresiasi berbagai kebijakan Kemendikdasmen yang selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden. Secara khusus, Himatul Aliyah menyebut Papan Interaktif Digital atau _Interactive Flat Panel_ (IFP) yang dinilai telah berdampak pada peningkatan minat belajar murid. “DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pendidikan agar berpihak pada guru dan peserta didik, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi guru,” tegasnya.

 

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru