KlopakIndonesia – Budidaya ikan gurame dikenal sebagai salah satu usaha perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi. Namun di kalangan pembudidaya, khususnya pemula, sering muncul kebingungan terkait kepadatan tebar ideal ikan gurame untuk konsumsi. Tidak sedikit artikel dan referensi yang menyebut angka 15–20 ekor per meter persegi, sementara di lapangan banyak praktisi justru merekomendasikan kepadatan jauh lebih rendah, yakni 2–3 ekor per meter persegi.
Perbedaan angka yang terkesan sangat jauh ini kerap memunculkan pertanyaan: mana yang benar?
Kepadatan Gurame Dihitung Berdasarkan Luas Kolam
Dalam praktik budidaya, kepadatan ikan gurame dihitung berdasarkan luas kolam (m²), bukan volume air. Hal ini disebabkan oleh karakter ikan gurame yang bergerak dominan secara horizontal dan lebih sering berada di lapisan tengah hingga permukaan air.
Meski ikan gurame termasuk ikan labirin yang mampu mengambil oksigen langsung dari udara dan tidak wajib menggunakan aerator, kualitas air tetap menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya. Kepadatan yang terlalu tinggi akan mempercepat penumpukan limbah pakan dan kotoran ikan, sehingga memicu stres dan gangguan pertumbuhan.
baca artikel lain :
Gurame Dua Tahun Baru 300 Gram? Ini Fakta Lapangan yang Perlu Dipahami Pembudidaya
Gurame Padang: Ciri, Harga Terbaru 2026, dan Tips Budidaya dari Benih sampai Panen
Mengapa Banyak Artikel Menyebut 15–20 Ekor per Meter Persegi?
Angka 15–20 ekor per meter persegi sejatinya bukan angka keliru, namun sering kali disalahpahami konteksnya. Kepadatan tersebut umumnya berlaku untuk:
- Fase pendederan lanjut atau awal pembesaran
- Ukuran ikan masih kecil (±10–15 cm atau <100 gram per ekor)
- Sistem pemeliharaan semi-intensif hingga intensif
- Target panen relatif kecil (200–300 gram per ekor)
- Durasi pemeliharaan singkat
Masalah muncul ketika angka ini dituliskan tanpa penjelasan fase, ukuran ikan, serta target panen, sehingga pembaca mengira kepadatan tersebut bisa diterapkan hingga panen konsumsi besar.
Logika Biomassa: Kunci Memahami Kepadatan Gurame
Kepadatan ikan seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah ekor, tetapi dari total biomassa ikan dalam kolam. Sebagai ilustrasi, kepadatan 20 ekor per meter persegi dengan target panen 500 gram per ekor akan menghasilkan biomassa 10 kilogram per meter persegi. Angka ini tergolong sangat berat, terutama untuk kolam tanah tradisional tanpa sistem aerasi dan filtrasi.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pertumbuhan terhambat, ukuran ikan tidak seragam, hingga meningkatnya risiko penyakit.
Kepadatan Rendah untuk Gurame Konsumsi Besar
Untuk budidaya gurame konsumsi dengan target bobot di atas 300 gram per ekor, terutama di kolam tanah tanpa aerator, praktisi perikanan merekomendasikan kepadatan 2–3 ekor per meter persegi. Kepadatan ini dinilai lebih realistis dan aman karena memberikan ruang gerak cukup bagi ikan, menekan tingkat stres, serta menjaga kualitas air tetap stabil.
Meski terlihat sedikit, kepadatan rendah justru memungkinkan ikan tumbuh optimal hingga ukuran besar dengan tingkat kematian yang rendah dan kualitas panen yang lebih seragam.
Perbandingan Kepadatan Berdasarkan Fase Budidaya
Secara umum, kepadatan ideal budidaya ikan gurame dapat dirangkum sebagai berikut:
- Benih 5–7 cm: 10–15 ekor per meter persegi
- Benih 8–12 cm: 5–8 ekor per meter persegi
- Pembesaran (>300 gram): 2–3 ekor per meter persegi
- Sistem intensif dengan aerasi kuat: maksimal 4–5 ekor per meter persegi (dengan risiko lebih tinggi)
Gurame Tidak Wajib Aerator, Tapi Tetap Perlu Ruang
Ikan gurame memang tidak bergantung penuh pada oksigen terlarut karena memiliki alat pernapasan tambahan. Namun, kepadatan rendah bukan semata soal oksigen, melainkan berkaitan dengan ruang gerak, stres, efisiensi pakan, dan kestabilan kualitas air.
Kepadatan yang terlalu tinggi, meski tanpa aerator ikan masih hidup, sering kali menghasilkan gurame berukuran kecil, pertumbuhan lambat, dan nilai jual lebih rendah.
Kesimpulan
Perbedaan angka kepadatan budidaya ikan gurame bukanlah pertentangan antarpendapat ahli, melainkan perbedaan konteks penerapan. Angka 15–20 ekor per meter persegi berlaku untuk fase dan kondisi tertentu, sementara kepadatan 2–3 ekor per meter persegi lebih sesuai untuk pembesaran gurame konsumsi berukuran besar di kolam tradisional.
Dengan memahami fase budidaya, target panen, serta sistem kolam yang digunakan, pembudidaya dapat menentukan kepadatan paling ideal dan mengoptimalkan hasil panen secara berkelanjutan.


























