Perbedaan Antara Cumi‑Cumi dan Sotong

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbedaan Antara Cumi‑Cumi dan Sotong

1. Taksonomi dan Habitat

  • Cumi‑cumi termasuk ordo Teuthida, hidup di laut terbuka (perairan pelagik) dan dikenal sebagai perenang tangguh.
  • Sotong bernaung di ordo Sepiida, umumnya ditemukan di dasar laut dangkal seperti dekat terumbu karang atau pasir laut.

2. Bentuk Tubuh dan Ukuran

  • Cumi‑cumi memiliki tubuh panjang dan meruncing (silindris) dengan sirip kecil di belakang badan. Ukurannya bervariasi: mulai dari beberapa sentimeter hingga meter-an untuk spesies besar.
  • Sotong bermorfologi lebih pendek, pipih, dan melebar (oval), dengan sirip yang membentang dari leher hingga ujung ekor. Umumnya lebih besar daripada cumi‑cumi (sekitar 30‑35 cm, berat 6‑11 kg).

3. Struktur Internal: Cangkang Dalam

  • Cumi‑cumi memiliki cangkang internal tipis berbentuk tangkai (gladius atau “pen”) yang lentur dan fleksibel.
  • Sotong memiliki tulang sotong (cuttlebone), struktur keras pipih berongga yang berfungsi membantu menjaga daya apung.

4. Sirip & Mobilitas

  • Cumi‑cumi memakai jet propelled dan sirip kecil untuk berenang cepat, aktif berburu di perairan terbuka.
  • Sotong berenang lebih lambat menggunakan sirip memanjang yang mengelilingi badan, lebih cocok hidup di dasar laut atau dekat substrat.
Baca Juga :  Boeing 777: Raksasa Langit dengan Teknologi Canggih dan Harga Fantastis

5. Mata dan Tinta

  • Mata cumi‑cumi memiliki pupil bulat, berbeda dengan mata sotong yang berciri insan berbentuk huruf “W”.
  • Tinta cumi‑cumi umumnya lebih banyak dan beraroma amis, sedangkan tinta sotong relatif lebih sedikit dan lebih mudah ditoleransi baunya dalam masakan.

6. Tekstur Daging & Kegunaan Kuliner

  • Daging cumi‑cumi terasa kenyal dan elastis, cocok diolah menjadi menu seperti calamari, tumis atau gorengan tepung.
  • Daging sotong lebih tebal dan lembut, sedikit manis, sering dipakai dalam masakan berkuah seperti sup, asam manis, atau tumisan ringan karena lebih mudah hancur jika dimasak berlebihan.

7. Kandungan Gizi

  • Cumi‑cumi mengandung protein yang lebih tinggi.
  • Sotong kaya akan kalsium, terutama dari tulang cuttlebone, yang kadang dimanfaatkan sebagai suplemen kalsium untuk burung peliharaan.
Baca Juga :  4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Ringkasan Perbandingan

Aspek Cumi‑Cumi (Squid) Sotong (Cuttlefish)
Taksonomi Ordo Teuthida Ordo Sepiida
Habitat Laut terbuka Dasar laut dangkal
Bentuk Tubuh Panjang & meruncing Pipih, melebar, oval
Sirip Tubuh Kecil di ujung Besar, mengelilingi badan
Cangkang Dalam Gladius (tangkai fleksibel) Cuttlebone (keras, berongga)
Pupil Mata Bulat Berbentuk “W”
Tinta Banyak & amis Lebih sedikit & tidak terlalu amis
Daging Kenyal & elastis Lembut & manis, mudah hancur
Kandungan Nutrisi Tinggi protein Tinggi kalsium

Kesimpulan

Meskipun cumi‑cumi dan sotong berasal dari kelas yang sama (Cephalopoda), keduanya memiliki karakteristik fisik, anatomi, serta pemanfaatan kuliner yang berbeda. Cumi‑cumi dikenal karena kecepatan dan tekstur dagingnya yang kenyal, sementara sotong memiliki struktur tubuh pipih dan daging yang lembut.

Gambar pada artikel ini membantu Anda mengidentifikasi secara visual perbedaan utama: cumi‑cumi dengan bentuk silindris panjang dan sirip kecil, serta sotong yang lebih melebar dengan sirip mengelilingi tubuh.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya
Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya
Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:04 WIB

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:15 WIB

Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:46 WIB

Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi

Berita Terbaru