Fenomena Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Bisa Disaksikan dari Seluruh Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 5 September 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena langit kembali akan menghiasi jagat raya pada bulan September 2025. Kali ini, masyarakat dapat menyaksikan gerhana bulan total atau yang populer disebut sebagai Blood Moon. Peristiwa astronomi ini diprediksi akan terjadi pada 7 September 2025 malam hingga dini hari 8 September 2025, dan dapat dilihat dari hampir seluruh wilayah Indonesia.

Gerhana Bulan Terlama Sejak 2022

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gerhana bulan kali ini akan berlangsung cukup lama, dengan fase totalitas mencapai 82 menit. Ini menjadikannya salah satu gerhana bulan terlama dalam beberapa tahun terakhir, setelah fenomena serupa terakhir kali terjadi pada 2022.

Gerhana ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari yang biasanya menyinari Bulan tertutup oleh Bumi. Namun, sebagian cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi tetap sampai ke permukaan Bulan. Cahaya yang melewati atmosfer ini mengalami hamburan, sehingga hanya menyisakan spektrum merah yang membuat Bulan tampak berwarna kemerahan layaknya darah.

Baca Juga :  Mau Lihat Hujan Meteor Geminid? Cukup Cari Jupiter di Langit Timur!

Jadwal Gerhana Bulan di Indonesia

BMKG merinci, berikut perkiraan waktu terjadinya gerhana bulan total 7–8 September 2025 dalam waktu Indonesia barat (WIB):

  • Gerhana penumbra mulai: 22:26 WIB
  • Gerhana sebagian mulai: 23:26 WIB
  • Gerhana total mulai: 00:30 WIB
  • Puncak totalitas: 01:11 WIB
  • Gerhana total berakhir: 01:53 WIB
  • Gerhana sebagian berakhir: 02:57 WIB
  • Gerhana penumbra berakhir: 03:53 WIB

Dengan demikian, keseluruhan fenomena ini berlangsung sekitar 5 jam 26 menit.

Bisa Disaksikan dari Seluruh Indonesia

Fenomena gerhana bulan kali ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Meski demikian, untuk kawasan timur seperti Papua, gerhana mungkin tidak terlihat hingga selesai karena Bulan sudah terbenam sebelum fase akhir.

Makna dan Antusiasme

Di sejumlah budaya, Blood Moon kerap dikaitkan dengan makna spiritual atau mistis. Namun, bagi dunia sains, fenomena ini merupakan momen penting untuk mengamati dinamika orbit Bumi dan Bulan sekaligus menjadi tontonan alam yang menakjubkan.

Baca Juga :  Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Banyak astronom dan fotografer langit di Indonesia diperkirakan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan Bulan merah dalam kondisi terbaik.

Tips Menyaksikan Gerhana Bulan

Untuk menikmati fenomena ini, masyarakat tidak memerlukan peralatan khusus. Gerhana bulan dapat disaksikan dengan mata telanjang, namun penggunaan teleskop atau kamera akan memberikan pengalaman visual yang lebih maksimal. Pastikan memilih lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya agar tampilan Bulan terlihat jelas.


Gerhana Bulan Total 7 September 2025 menjadi salah satu fenomena langit yang layak dinantikan. Bagi masyarakat Indonesia, ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan Bulan yang berubah warna menjadi merah darah di malam hari.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran
Ciri Master Kopling Mobil Manual Rusak: Gejala Master Atas dan Bawah yang Wajib Diketahui
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia
Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia
Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya
Hujan Meteor Alpha Centaurid Terjadi Februari 2026, Mengapa Dinamai Demikian?
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, Ini Daftar Fenomena Astronomi yang Terjadi
Mulai 2026 Girik, Letter C, Petok D Bukan Bukti Hak Tanah, Ini Penjelasannya

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:47 WIB

Tips Aman Berkendara Saat Macet di Tanjakan Curam Saat Mudik Lebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:53 WIB

Ciri Master Kopling Mobil Manual Rusak: Gejala Master Atas dan Bawah yang Wajib Diketahui

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:37 WIB

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Malam Ini, Simak Jam Puncak dan Jadwal Lengkapnya di Indonesia

Sabtu, 28 Februari 2026 - 08:37 WIB

Fenomena Langit 28 Februari 2026: Enam Planet Berjajar, Ini Waktu dan Cara Melihatnya di Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:04 WIB

Mengapa Mobil di Indonesia Menggunakan Stir Kanan? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Berita Terbaru