Dukung Percepatan Penurunan Stunting, PTPN 1 Luncurkan Sehati

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – PT Perkebunan Nusantara 1 (PTPN 1) meluncurkan gerakan Sehat dan Atasi _Stunting_ (Sehati) untuk mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah _Stunting_ (Genting) di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (17/6/2025). Gerakan Orang Tua Asuh Cegah _Stunting_ (Genting) merupakan salah satu _quick wins_ Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Direktur Utama PTPN 1 Teddy Yunirman Danas menjelaskan, Sehati juga diluncurkan untuk menyukseskan program pemerintah, khususnya Asta Cita keempat, “Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kesetaraan Gender”. Teddy mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk ambil bagian dalam upaya percepatan penurunan _stunting_ bersama Kemendukbangga/BKKBN dan pemerintah daerah.

“Kami menyadari, Pak Menteri. Kualitas sumber daya manusia, terutama di kami korporasi saat ini, menjadi sangat penting. Sebagai catatan, di wilayah Perkebunan Malabar ini, di Pengalengan, lebih kurang 1.500 karyawan. Kalau tidak salah, menurut catatan kami ada 1.000 kepala keluarga. Kalau Bapak bisa lihat-lihat sambil lewat itu ada rumah-rumah yang tentunya rumah pekerja kita. Nah, kami menyadari karena kekuatan dari perusahaan adalah sumber daya manusia,” ungkap Teddy.

Baca Juga :  Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional XXVIII "Lansia Terawat Indonesia Bermartabat" Dihadiri 2000 Lansia

Teddy mengatakan, melalui Sehati, PTPN 1 berkomitmen untuk menyediakan 200 makanan bergizi bagi keluarga berisiko _stunting_ (KRS). Penyaluran tidak hanya bagi anak, melainkan bagi ibu hamil dan menyusui. Program akan berlangsung selama enam bulan ke depan.

“Ibu hamil itu sangat memerlukan gizi, nutrisi. Selama enam bulan kami laksanakan setiap hari. Ini adalah bagian dari pengembangan perusahaan. Tidak hanya untuk _shareholder,_ tapi juga _stakeholder_ yang ada di sekeliling kita. Intinya kami memiliki niat untuk berbagi dan berniat membuat ibu-ibu semua ini tersenyum. Tersenyum kan, Bu?” ujar Teddy tersenyum.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengapresiasi PTPN 1 yang telah menunjukan komitmennya pada percepatan penurunan stunting. Dalam hal ini, diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan label Sehati untuk mendukung program Genting yang diprakarsai Kemendukbangga/BKKBN.

Baca Juga :  Keluarga Berkualitas, Menuju Indonesia Emas

“Seperti kita ketahui, _stunting_ merupakan masalah serius. Tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga akan memengaruhi kualitas sumber daya manusia kita di kemudian hari. Karena itu, _stunting_ bukan isu kesehatan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor ekonomi, ketahanan pangan, pendidikan dan juga pengetahuan masyarakat. Kemudian, lingkungan, sanitasi, penyakit, infeksi, pola asuh, keluarga hingga akses layanan kesehatan,” kata Ali Syakieb.

Ali Syakieb menjelaskan, saat ini bangsa Indonesia tengan menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas bukan melihat dari gedung atau bangunan megah, melainkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dan, kualitas sumber daya manusia itulah yang harus terus ditingkatkan.(*)

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel, Defisit di Bawah 3 Persen
Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara
Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Beragam Kegiatan
Kemenag Tegaskan Biaya Nikah di Luar KUA Rp600 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan
Mentan Amran Dorong Mahasiswa Unismuh Bangun Usaha Pertanian, Lahan Produktif Siap Didukung
Komite III DPD RI Soroti DTSEN, Jangan Sampai Salah Data Bikin Warga Miskin Kehilangan Bantuan
Dedi Mulyadi Soroti Anggaran Jalan Garut Hanya Rp80 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:37 WIB

KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Delapan Orang Jadi Tersangka Kasus HGB Bogor

Selasa, 15 September 2026 - 10:42 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel, Defisit di Bawah 3 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 10:36 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara

Selasa, 15 September 2026 - 07:22 WIB

Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Beragam Kegiatan

Selasa, 15 September 2026 - 07:13 WIB

Kemenag Tegaskan Biaya Nikah di Luar KUA Rp600 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan

Berita Terbaru