Bio Farma Dukung Pemerintah dalam Program RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanker leher rahim di Indonesia merupakan kanker dengan kejadian baru tertinggi kedua di Indonesia setelah kanker payudara. Indonesia menduduki peringkat pertama negara Asia dengan kejadian dan kematian kanker leher rahim tertinggi tertinggi -> 23,3 kasus baru per 100.000 penduduk, sedangkan kematian 13,2 kematian per 100 rb penduduk.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengeliminasi penyakit kanker leher rahim yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/MENKES/2176/2023 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023-2030.

Bio Farma turut mendukung pemerintah dalam mensukseskan terlaksananya RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim dengan menyediakan vaksin NusaGard. Di tahun 2023, vaksin NusaGard sudah digunakan dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang diberikan kepada anak sekolah setingkat Sekolah Dasar di usia 11-12 tahun. Memasuki tahun 2024 ini, Kementerian Kesehatan melakukan ekspansi target imunisasi yang menyasar remaja usia 15 tahun, sejalan dengan 450 ribu dosis yang sudah didistribusikan ke 8 provinsi yang didekasikan untuk imunisasi bagi siswi SMP yang memasuki usia 15 tahun.

Tepat di tanggal 10 Desember 2024, Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan Peninjauan Kesiapan Pelaksanaan Imunisasi HPV untuk Anak Perempuan Usia 15 tahun di Kota Denpasar yang dihadiri oleh Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI beserta jajaran di SMP 1 Djiwendra Denpasar, Bali. Dimana saat ini, Provinsi Bali sudah menerima kurang lebih 28 ribu dosis vaksin NusaGard.

Baca Juga :  Bey Machmudin Awali Kerja 2025 dengan Tanam Pohon

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Prima Yosephine menyampaikan bahwa Imunisasi HPV (Human Papillomavirus) sangat penting bagi anak perempuan usia 15 tahun untuk mencegah kanker serviks, penyakit serius yang menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan di Indonesia. Vaksin ini bekerja dengan melindungi tubuh dari infeksi HPV yang berisiko tinggi, yang juga dapat menyebabkan penyakit lain seperti kutil kelamin dan beberapa jenis kanker lainnya.

Program vaksinasi HPV diperluas dari sebelumnya hanya diberikan untuk anak perempuan usia 11 tahun, kini diperluas menjadi diberikan kepada remaja hingga usia 15 tahun. Perluasan ini bertujuan meningkatkan cakupan perlindungan terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan penyakit lainnya. Dengan cakupan usia yang lebih luas, remaja yang belum sempat divaksin pada usia lebih muda tetap memiliki kesempatan mendapatkan perlindungan.

Mulai tahun 2028, vaksinasi HPV juga akan diberikan kepada laki-laki untuk mencegah penyebaran virus dan penyakit terkait seperti kanker anus, kanker

orofaring, dan kutil kelamin. Langkah ini diharapkan memperkuat kekebalan komunitas (herd immunity) dan menurunkan angka penyakit akibat HPV secara signifikan. Sosialisasi dan ketersediaan vaksin menjadi kunci sukses pelaksanaan program ini.

Pemerintah Kota Denpasar telah mendukung program imunisasi HPV melalui kegiatan di sekolah dan Puskesmas untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat diperlukan agar orang tua memahami pentingnya vaksin ini dalam menjaga kesehatan reproduksi anak perempuan mereka di masa depan. Dengan program ini, diharapkan angka kanker serviks di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga :  Mengenal Masjid Mungsolkanas Singkatan Dari Bahasa Sunda

Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki menyampaikan bahwa Bio Farma sebagai BUMN mendukung Indonesia bebas kanker leher rahim.

“Dukungan Bio Farma sebagai BUMN untuk turut serta Indonesia bebas kanker leher rahim, ditunjukan melalui produk CerviScan untuk deteksi dini kanker leher rahim, dan vaksin NusaGard sebagai pencegahan terhadap virus HPV penyebab kanker leher rahim. Kami sudah mendistribusikan Vaksin NusaGard secara nasional untuk kebutuhan anak usia 11-12 tahun. Untuk kebutuhan anak usia 15 tahun, kami sudah mengirimkan ke 8 provinsi sebanyak 450 ribu dosis, sementara untuk provinsi lainnya, kami menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan” ungkap Sri Harsi Teteki.

“Dengan adanya perluasan cakupan vaksin kanker leher rahim ini, Bio Farma siap mendukung pemerintah sebagai langkah awal Indonesia untuk bebas kanker leher rahim pada tahun 2030. Vaksin NusaGard ini, merupakan kolaborasi internasional yang apik antara Bio Farma dengan MSD sebuah perusahaan global. Tercatat sudah lebih dari 7 juta dosis vaksin NusaGard yang telah terdistribusi ke seluruh provinsi di Indonesia sejak diluncurkan pada Agustus 2023 kemarin” tambahnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”
Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha
Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan
Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media
Turunkan Stunting di Sukabumi, Kemendukbangga Lakukan Bedah Rumah dan Intervensi Gizi
Festival Tring! Pegadaian Cirebon Dorong Gaya Hidup Sehat dan Investasi Emas Digital
Ratusan Kader TPK Sukabumi Teguhkan Komitmen Dukung Program Makan Bergizi Gratis MBG 3B

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:44 WIB

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:33 WIB

Perjuangan Kader KB Menembus Medan Berat Demi Gizi Anak Desa Ciguha

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:05 WIB

Jadwal Resmi TKA SD–SMP 2026: April, Bukan Syarat Kelulusan

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:18 WIB

Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Dukung Tren Loud Budgeting, Generasi Muda Berani Berhemat demi Masa Depan

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:53 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media

Berita Terbaru

NEWS

Kasus Jambi “Potret Kelam Pendidikan Bangsa Ini”

Jumat, 16 Jan 2026 - 17:44 WIB