Agustus Jabar Inflasi 0,07 Persen (m to m), Surplus Neraca Perdagangan Luar Negeri Sebesar 2,11 Miliar USD

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 September 2024 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Jawa Barat bulan Agustus 2024 sebesar 0,07 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,23 persen.

Toto Abdul Fatah, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat mengatakan iflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 108,47 .

” Sementara terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 1,18 persen dengan IHK sebesar 104,70,” ujarnya, Senin (2/8/2024).

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Antara lain kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,71 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,77 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,63 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,06 persen.

Baca Juga :  R. WEMPY SYAMKARYA: DI GADANG PASANGAN ATALIA ERWIN PILKADA SELESAI

Kelompok kesehatan sebesar 2,50 persen; kelompok transportasi sebesar 1,35 persen ; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,54 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,06 persen ; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,13 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,99 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.

Terkait perdagangan Luar Negeri BPS mencatat neraca perdagangan Jawa Barat Juli 2024 mengalami surplus dari sisi nilai sebesar USD 2,11 miliar.

Nilai tersebut ditunjang oleh surplus komoditi Nonmigas sebesar USD 2,23 miliar, sedangkan komoditi Migas defisit sebesar USD 116,60 juta.

Baca Juga :  Buka Seminar Kependudukan Kukuh Berpesan Para Peserta Seminar Yang Masih Muda Berpotensi Menjadi Pelaku Utama Indonesia Emas 2045

Dari sisi volume perdagangan luar negeri, pada bulan Juli 2024 terjadi surplus sebesar 334,32 ribu ton, yang disumbang oleh surplus komoditi Nonmigas sebesar 512,91 ribu ton, sedangkan komoditi Migas defisit sebesar 178,59 ribu ton.

Dilihat dari transaksi perdagangan Nonmigas dengan 13 negara mitra dagang utama, pada periode Juli 2024, Jawa Barat mengalami defisit neraca perdagangan dengan Tiongkok dan Taiwan senilai USD 222,05 juta, naik dibanding bulan sebelumnya yang defisit sebesar USD 143,80 juta.

Sedangkan perdagangan Nonmigas dengan negara utama lainnya menunjukan surplus. Surplus neraca perdagangan terbesar adalah dengan Amerika Serikat yang mencapai USD 548,88 juta. Guh

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru