JAKARTA – Wartawan senior Tatang Suherman dipercaya memimpin Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Jawa Barat. Ia dikukuhkan bersama 15 koordinator daerah (Korda) provinsi lainnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Wartawan Kebangsaan Indonesia di Hotel Luminor, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).
Dalam menjalankan organisasi di Jawa Barat, Tatang akan didampingi Kurnia Nugraha sebagai sekretaris dan Deni Mulyana sebagai wakil ketua.
Susunan pengurus lainnya meliputi Agus Warsudi sebagai wakil sekretaris, Mantoyo sebagai bendahara, Agung Bakti Sarasa sebagai wakil bendahara, Dasep Rohimat sebagai ketua bidang organisasi, serta Rizal sebagai ketua bidang penelitian dan pengembangan (litbang).
FWK Jawa Barat akan memfokuskan kegiatan pada diskusi mengenai berbagai persoalan aktual di Jawa Barat. Organisasi ini juga berencana menggelar pelatihan wawasan kebangsaan bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, FWK Jawa Barat diharapkan dapat menjadi ruang diskusi sekaligus sarana penguatan pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat.
Ace Hasan Syadzily Tekankan Pers Kritis dan Profesional
Dalam Rakernas FWK, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengingatkan pentingnya membangun pers yang kritis, independen, dan profesional dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Menurut Ace, jurnalisme kebangsaan diperlukan untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah persaingan antarbangsa yang semakin ketat dan situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional dan berintegritas,” ujar Ace Hasan Syadzily.
Rakernas FWK berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 anggota dan pengurus FWK, termasuk 15 koordinator daerah tingkat provinsi dari berbagai wilayah di Indonesia.
Didirikan Wartawan Senior
Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, menjelaskan bahwa Forum Wartawan Kebangsaan didirikan oleh sejumlah wartawan senior atas prakarsa Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2019–2022 dan Ketua Umum PWI Pusat periode 2023–2025.
Menurut Raja Pane, para pendiri FWK merupakan wartawan yang telah menjalani profesinya setidaknya selama 20 tahun, memiliki sertifikat wartawan utama, serta mempunyai kepedulian terhadap persoalan kebangsaan.
“Para pendiri FWK adalah wartawan yang sudah menjalani profesinya setidaknya 20 tahun, bersertifikat wartawan utama dan memiliki kepedulian terhadap masalah kebangsaan,” ujar Raja Pane.
Sementara itu, Hendry Ch Bangun menilai kehadiran Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily dalam Rakernas FWK selaras dengan semangat yang diperjuangkan organisasi tersebut.
Ia mengibaratkan pertemuan itu seperti botol bertemu tutupnya karena memiliki kesesuaian visi dalam membangun jurnalisme kebangsaan.
“FWK hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika kebangsaan,” ujar Hendry Bangun.
Rakernas tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PWI Pusat Martin Slamet, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Sentosa, Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson, serta Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Dadang Rachmat.
FWK Deklarasikan Komitmen Kebangsaan
Pada akhir Rakernas, FWK menyampaikan deklarasi yang dibacakan Sekretaris Jenderal FWK, Dr. Budi Nugraha.
Deklarasi tersebut menegaskan harapan agar FWK menjadi wadah bersama bagi wartawan yang menjunjung tinggi integritas, keberanian, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan.
“Semoga FWK menjadi rumah bersama bagi wartawan yang memiliki integritas, keberanian, kepedulian sosial dan komitmen kebangsaan,” ujar Budi Nugraha.
Dengan terbentuknya kepengurusan FWK Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tatang Suherman, organisasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun pers yang kritis, independen, profesional, serta berperan aktif memperkuat nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.


























