Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam

Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam

KLOPAKINDONESIA.COM, KARAWANG – Janji Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada petani dan buruh tani di Karawang, Jawa Barat, langsung terealisasi. Hanya dalam hitungan jam setelah menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan berupa combine harvester tiba dan diterima kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Senin (31/8/2026).

Combine harvester tersebut langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani. Selain itu, Mentan Amran memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus juga akan segera diganti.

Kecepatan penyaluran bantuan tersebut menunjukkan pola kerja yang ditekankan Mentan Amran, yakni setiap persoalan yang ditemukan langsung di lapangan harus segera ditindaklanjuti.

Aspirasi petani, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai laporan, tetapi harus diterjemahkan menjadi bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja di Karawang, Mentan Amran berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani sedang bekerja di sawah. Ia turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan para buruh tani.

Dari pertemuan tersebut, Mentan Amran mengetahui sebagian buruh tani tidak memiliki sawah sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Terbatasnya kesempatan kerja membuat pendapatan mereka sangat rendah.

“Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses,” ujar Mentan Amran.

Regulasi Alsintan Diubah

Kondisi tersebut mendorong Mentan Amran mengubah regulasi pemberian bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini diberikan akses untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian.

Kebijakan itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.

“Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” tegasnya.

Baca Juga :  Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Komisi IX Minta Masyarakat Tak Panik

Mentan Amran menyoroti rendahnya pendapatan buruh tani yang hanya mengandalkan pekerjaan harian. Dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari dan kesempatan kerja sekitar dua kali dalam sepekan, pendapatan mereka dinilai sangat minim.

“Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga,” katanya.

Karena itu, Mentan Amran ingin bantuan alsintan tidak sekadar menjadi alat produksi, tetapi juga dapat dikelola sebagai sarana usaha yang membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.

Combine Harvester Langsung Dikirim

Mendengar kondisi tersebut, Mentan Amran langsung mengambil keputusan untuk memberikan combine harvester sekaligus mengganti traktor kelompok yang hilang.

“Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti,” tegas Mentan Amran.

Keputusan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian. Dalam hitungan jam, bantuan alsintan tiba di lokasi dan diterima kelompok buruh tani.

Kedatangan bantuan disambut gembira oleh petani dan buruh tani. Julaiha, salah seorang buruh tani Desa Tegal Sawah, mengaku bersyukur karena persoalan alat pertanian yang hilang langsung mendapat perhatian dan kepastian solusi.

“Bapak tadi langsung datang combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti,” ujar Julaiha.

Menurut Julaiha, keberadaan bantuan tersebut akan membuat pekerjaan buruh tani lebih mudah sekaligus meningkatkan semangat mereka untuk bekerja.

“Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada petani dan buruh tani.

“Terima kasih buat Pak Menteri Amran atas bantuannya kepada para petani. Semoga sejahtera Pak Amran dan Pak Presiden juga. Pak Amran, Menteri Pertanian, luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengapa Kamboja dan Thailand Kembali Terlibat Konflik Bersenjata

Alsintan Jadi Sarana Usaha

Mentan Amran mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern benar-benar dirasakan masyarakat kecil hingga pelosok daerah.

“Atas arahan Bapak Presiden, bagaimana transformasi pertanian tradisional menuju modern dirasakan oleh rakyat kecil dan sampai ke pelosok. Kami turun tangan langsung. Tadi adalah simbolis. Kami mengecek langsung,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, combine harvester yang diberikan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan kelompok. Alat tersebut juga dapat dikelola sebagai usaha bersama dengan memberikan jasa panen kepada petani di sekitar.

“Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan pemerintah kini memberikan ruang lebih luas kepada buruh tani yang sebelumnya tidak memiliki akses bantuan karena tidak mempunyai lahan maupun kelompok.

“Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine,” tegasnya.

Ia meminta alsintan dikelola secara bersama sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok.

“Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal,” pesannya.

Mentan Amran menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil di sektor pertanian. Modernisasi pertanian, menurutnya, tidak boleh hanya dirasakan petani pemilik lahan, tetapi juga masyarakat yang bekerja langsung di sawah.

“Kita mau ini pemerataan. Kita mau semua anak bangsa, khususnya sektor petani, merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Bagi petani Karawang, bantuan yang datang dalam hitungan jam setelah dijanjikan Mentan Amran menjadi bukti bahwa persoalan yang disampaikan langsung di lapangan mendapat respons nyata.

Combine harvester kini dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan panen. Sementara itu, kepastian penggantian traktor memberikan harapan baru bagi kelompok buruh tani untuk kembali bekerja lebih produktif dan meningkatkan pendapatan.

“Ini yang dibutuhkan rakyat. Aksi nyata,” pungkas Mentan Amran.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas
Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 14:17 WIB

Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam

Selasa, 1 September 2026 - 14:10 WIB

KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi

Berita Terbaru