Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangandaran – Harga kelapa di tingkat petani di Kabupaten Pangandaran mengalami penurunan tajam dalam lebih dari lima bulan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan petani merosot hingga lebih dari 50 persen dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha perkebunan kelapa yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat.

Saat ini harga kelapa di tingkat petani berkisar Rp1.700 hingga Rp2.000 per butir, turun jauh dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp4.000 hingga Rp6.000 per butir. Penurunan tersebut membuat keuntungan yang diterima petani menyusut drastis.

Seorang petani kelapa asal Kecamatan Kalipucang, Aan (55), mengaku pendapatannya dari hasil panen yang dilakukan setiap dua bulan sekali kini tinggal sekitar Rp600 ribu, padahal sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp1,5 juta.

“Sudah sekitar lima bulan lebih harganya masih murah. Sekarang saya jual ke bakul paling Rp1.700 per butir. Kalau dulu bisa mencapai Rp4.000 sampai Rp6.000 per butir,” ujar Aan, Minggu (19/7/2026).

Menurut Aan, turunnya harga kelapa membuat kebutuhan ekonomi keluarga semakin sulit dipenuhi. Ia berharap harga kelapa dapat kembali normal sehingga petani memperoleh penghasilan yang layak.

Baca Juga :  Mengapa Kamboja dan Thailand Kembali Terlibat Konflik Bersenjata

Sementara itu, seorang pengepul kelapa di Kecamatan Padaherang, Marsudin, menyebut penurunan harga diduga berkaitan dengan terganggunya pasar ekspor ke Timur Tengah. Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan belum disertai penjelasan resmi dari pemerintah mengenai penyebab utama anjloknya harga kelapa di Pangandaran.

“Kalau dulu sebelum ada perang Iran, harga kelapa masih normal bahkan naik karena bisa kirim barang ke pasar Timur Tengah. Tapi sekarang tidak bisa,” kata Marsudin.

Marsudin berharap kondisi pasar segera membaik sehingga permintaan kembali meningkat dan harga kelapa di tingkat petani dapat pulih.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Raih Satu Poin dari Bahrain

Hingga kini, para petani berharap adanya langkah dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar agar komoditas kelapa kembali memberikan nilai ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat Pangandaran.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik
Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43 WIB

FWK Kritik KPK soal Nusron Wahid dan Minta Pemerintah Tidak Antikritik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Berita Terbaru