JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan ruang bagi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk melakukan audit terhadap seluruh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi ujung tombak penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan momentum libur sekolah akan dimanfaatkan untuk membenahi berbagai aspek pelaksanaan program agar ketika kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, layanan MBG dapat berjalan lebih baik, lebih tertib, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Yang jelas kami juga memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik dan kondisi di lapangan sudah lebih rapi,” kata Agustina usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Agustina, audit akan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia MBG guna memastikan standar keamanan pangan, kualitas layanan, kebersihan, manajemen operasional, serta tata kelola program berjalan sesuai ketentuan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap program prioritas pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional.
Selain melakukan audit, BGN juga menegaskan bahwa SPPG atau dapur yang tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan dinilai tidak layak beroperasi akan ditutup. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
BGN menegaskan penghentian sementara MBG selama libur sekolah bukan berarti program dihentikan secara permanen. Kebijakan tersebut hanya bersifat sementara sambil dilakukan proses pembenahan dan evaluasi internal. Setelah masa libur berakhir dan audit selesai dilakukan, program akan kembali berjalan dengan sistem yang diharapkan lebih baik.
Tidak hanya pada aspek dapur dan operasional, BGN juga akan melakukan pembenahan dalam pengelolaan data penerima manfaat. Selama ini, persoalan sinkronisasi data antara berbagai kementerian dan lembaga masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Karena itu, selama masa jeda program, BGN akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan data penerima manfaat lebih akurat dan tepat sasaran.
Langkah audit menyeluruh ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. BGN berharap hasil evaluasi selama masa libur sekolah dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

























