JAKARTA, KlopakIndonesia.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) terus memperkuat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada murid.
Komitmen tersebut ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di daerah mitra INOVASI sekaligus penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi kebijakan BSAN baik di tingkat nasional maupun daerah.
Pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman BSAN.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam menciptakan satuan pendidikan yang mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari aspek fisik, sosial, maupun budaya sekolah.
Sebagai implementasi kebijakan di lapangan, Kemendikdasmen mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pokja ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga instansi terkait.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
“Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif,” ujar Abdul Mu’ti saat membuka kegiatan di Jakarta.
Menurutnya, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga dibangun melalui hubungan sosial yang sehat serta lingkungan yang mendukung proses pembelajaran.
“Semuanya menjadi satu kesatuan sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, di mana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat perlindungan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.
Melalui program INOVASI, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen telah mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah. Praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak satuan pendidikan.
“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah,” kata Gita.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembentukan Pokja BSAN di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra INOVASI. Selain itu, Kemendikdasmen menyerahkan buku Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang berisi berbagai praktik baik sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi peserta didik.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor serta dukungan pemerintah daerah, Kemendikdasmen berharap implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dapat berjalan lebih efektif sehingga setiap anak Indonesia memperoleh hak belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter secara optimal.


























