KLOPAKINDONESIA.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B terus menjadi perhatian serius Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN (Wamendukbangga), Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya pembaruan data tenaga TPK, aspek keamanan pangan, serta konsistensi distribusi demi kelancaran program bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi teknis pelaporan rutin Program MBG 3B yang digelar secara daring melalui Zoom, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi se-Indonesia dan dipimpin langsung oleh Wamendukbangga bersama Sekretaris Kementerian serta Inspektur Utama Kemendukbangga.
Dalam rapat tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Roswandi, melaporkan bahwa mayoritas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mendistribusikan MBG selama lima hari dalam sepekan. Namun, masih terdapat sejumlah SPPG yang baru menyalurkan MBG selama dua hari.
“Karena masih bervariasi, saya minta dilakukan sosialisasi kembali kepada SPPG bahwa MBG seharusnya didistribusikan setiap hari,” tegas Isyana.
Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Kesepahaman Bersama (MoU) antara Kemendukbangga/BKKBN dan Badan Gizi Nasional terkait pelaksanaan Program MBG. Pelaporan rutin dinilai krusial untuk memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi, sekaligus memastikan kualitas pelaksanaan program di lapangan tetap terjaga.
Dengan penguatan koordinasi, pembaruan data, serta konsistensi distribusi, Program MBG 3B diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi ibu dan anak di seluruh Indonesia.


























