Masyarakat Adat Merauke Sukses Transformasi Lahan Ulayat Jadi Pertanian Modern Produktif

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring (Foto:kementan)

Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring (Foto:kementan)

Merauke, KlopakIndonesia – Keberhasilan Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, menjadi bukti nyata kesiapan masyarakat adat Merauke bertransformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan. Melalui Program Cetak Sawah 2025, lahan ulayat seluas 160 hektare kini mulai memberikan hasil nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pada kegiatan panen di Kampung Isano Mbias, panen pertama dilakukan pada lahan 2 hektare yang dikelola Reinardus, dan berlanjut ke lahan seluas 5 hektare. Ia menjadi pemilik hak ulayat pertama yang aktif mendaftarkan lahannya untuk Program Cetak Sawah 2025.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menekankan bahwa transformasi ini sejalan dengan program Swasembada Pangan Presiden Prabowo, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam sektor pertanian. “Dulu mungkin berburu dan meramu, sekarang mulai bergeser ke bercocok tanam, beternak, bahkan mencetak sawah untuk meningkatkan nilai ekonomi,” ujarnya, Senin (25/02/2026).

Baca Juga :  10 Universitas Indonesia dan 5 Universitas Australia Bekerja Sama untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Guru

Reinardus Ndiken menjelaskan bahwa tujuan keterlibatannya adalah meningkatkan pendapatan pemilik tanah ulayat dan masyarakat sekitar. Dari 160 hektare lahan, 100 hektare kini digarap petani lainnya melalui dua Brigade Pangan di Distrik Tanah Miring, dengan dukungan infrastruktur seperti jalan usaha tani dan pintu air untuk menunjang produktivitas.

Pendampingan petani juga dilakukan lintas sektor, mulai dari penyuluh pertanian, Babinsa TNI, hingga lembaga keuangan. Komandan Kodim 1707/Merauke, Letkol CZI Dili Eko Setyawan, menegaskan kesiapan Babinsa mendampingi petani agar pengetahuan pertanian modern dapat diterapkan secara efektif.

Dukungan hilir pun kuat, melalui Perum Bulog Merauke yang menyerap hasil panen petani sesuai regulasi. Pada 2025, Bulog menyerap 22.200 ton beras dan 186 ton gabah, capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir di Papua Selatan.

Baca Juga :  Bey Tugaskan Pj. Walikota Bandung Yang Baru Dilantik Benahi Opang, Parkir Liar Sampai Lampu Merah Terlama Di Dunia

Luas panen padi Merauke meningkat 67,39 persen, dari 78.955 hektare pada 2025, dengan produksi gabah kering panen melonjak dari 258.626 ton menjadi 426.828 ton, dan produksi beras naik lebih dari 65 persen menjadi 205.231 ton. Hingga kini, total cetak sawah di Merauke mencapai 40.000 hektare, menjadikannya salah satu lumbung pangan strategis kawasan timur Indonesia.

Keberhasilan Reinardus Ndiken membuktikan bahwa program cetak sawah berbasis masyarakat tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga menunjukkan sinergi efektif antara kebijakan nasional, kearifan lokal, dan partisipasi aktif masyarakat adat.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru