PEKANBARU – Indonesia resmi menerima tiga unit pesawat tempur Rafale buatan Prancis sebagai bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara. Ketiga jet tempur tersebut telah tiba dan mendarat di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Senin (26/1/2026).
Kedatangan pesawat tempur Rafale ini merupakan pengiriman tahap awal dari total 42 unit yang dipesan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan kepada perusahaan dirgantara Prancis, Dassault Aviation.
Kementerian Pertahanan menyatakan, pesawat-pesawat tersebut telah melalui proses serah terima administratif dan teknis, sehingga secara resmi menjadi bagian dari kekuatan tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Jet tempur Rafale merupakan pesawat tempur multirole generasi 4,5 yang memiliki kemampuan operasi udara ke udara, udara ke darat, hingga misi pengintaian. Pesawat ini dibekali sistem avionik canggih, radar AESA, serta kemampuan membawa berbagai persenjataan modern, sehingga dinilai mampu meningkatkan daya tempur dan daya tangkal pertahanan udara nasional.
Pengadaan Rafale menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia sekaligus menggantikan sejumlah alutsista lama yang dinilai telah memasuki akhir masa pakainya.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara menyampaikan, kedatangan Rafale tahap awal ini akan diikuti dengan proses integrasi sistem, pelatihan lanjutan bagi awak udara dan teknisi, serta penyesuaian doktrin operasi tempur.
“Rafale akan memperkuat daya tangkal pertahanan udara Indonesia dan meningkatkan kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” demikian pernyataan resmi TNI AU.
Kedatangan Rafale ini juga menambah jajaran pesawat tempur TNI Angkatan Udara yang sebelumnya telah diisi oleh T-80, Hawk 100/200, Sukhoi Su-30, serta F-16 Fighting Falcon. Kehadiran Rafale diharapkan mampu memperkuat interoperabilitas dan kesiapan tempur TNI AU dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan ke depan.
Selain itu, TNI AU dikabarkan dijadwalkan akan menerima tiga unit Rafale tahap kedua pada April 2026, sebelum pengiriman dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh 42 unit Rafale yang dipesan Indonesia terpenuhi.
Ke depan, pemerintah menegaskan pengadaan Rafale ini juga mencakup paket pelatihan, dukungan logistik, serta kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Prancis.
Kedatangan tiga jet tempur Rafale tersebut menandai babak baru modernisasi kekuatan udara Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama strategis pertahanan antara Indonesia dan Prancis.


























