BPKN: Service Charge Tak Wajib Dibayar, Tak Ada Hukum yang Mengikat Konsumen

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menegaskan bahwa tidak ada ketentuan hukum di Indonesia yang mewajibkan konsumen membayar service charge atau biaya layanan yang kerap dikenakan oleh restoran, hotel, dan berbagai tempat usaha jasa lainnya.

Menurut BPKN, service charge bukan merupakan pungutan pajak dan tidak memiliki dasar hukum yang mengikat konsumen. Biaya tersebut sepenuhnya merupakan kebijakan internal pelaku usaha, sehingga penerapannya harus transparan dan berdasarkan persetujuan konsumen.

Dinilai Problematik dan Berpotensi Merugikan Konsumen

Berbeda dengan pajak yang dipungut negara dan memiliki dasar hukum jelas, service charge yang dibebankan oleh restoran, hotel, dan tempat usaha lain dengan dalih pelayanan dinilai problematik.

Dalam praktiknya, biaya ini kerap otomatis masuk ke dalam daftar tagihan dan dianggap wajib dibayar konsumen, meskipun tidak selalu disampaikan secara terbuka sejak awal transaksi. Akibatnya, konsumen baru mengetahui adanya beban tambahan tersebut setelah transaksi dilakukan.

BPKN menilai pola tersebut memberikan kesan pemaksaan pembayaran biaya tambahan, karena service charge dijadikan komponen terpisah dari harga pokok barang atau jasa.

Baca Juga :  Update Pemilu Amerika 2024 Trum Dipastikan Menjadi Presiden Amerika Ke-47

Tidak Selalu Diberikan kepada Pekerja

BPKN juga menyoroti fakta bahwa tidak semua service charge yang dibayarkan konsumen benar-benar disalurkan kepada pekerja atau staf layanan.

Dalam sejumlah praktik usaha, biaya layanan tersebut justru menjadi bagian dari keuntungan perusahaan, tanpa penjelasan yang memadai kepada konsumen mengenai peruntukannya. Kondisi ini dinilai semakin memperlemah dalih service charge sebagai kompensasi atas pelayanan staf.

Berbeda dengan Tips

BPKN menegaskan bahwa service charge berbeda dengan tips. Tips bersifat sukarela, diberikan langsung oleh konsumen sebagai bentuk apresiasi atas kualitas layanan yang diterima.

Sementara service charge diklaim oleh pelaku usaha sebagai:

  • kompensasi pelayanan staf,
  • peningkatan kualitas layanan,
  • hingga dukungan operasional usaha.

Namun, klaim tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memaksa konsumen membayar biaya tambahan tanpa persetujuan dan informasi yang jelas sejak awal.

“Service charge bukan pajak dan tidak diatur dalam undang-undang sebagai kewajiban konsumen. Jika dikenakan, harus diinformasikan secara terbuka dan disetujui konsumen,” tegas BPKN.

Bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen

Praktik pungutan service charge yang baru diketahui setelah transaksi dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi dan kejujuran dalam transaksi, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Baca Juga :  Wiyata Kinarya, Upaya Kemendikdasmen Mencetak Pegawai ASN Unggul untuk Layanan Pendidikan Anak Bangsa

Undang-undang tersebut menegaskan hak konsumen atas:

  • informasi yang benar, jelas, dan jujur,
  • perlakuan yang adil,
  • serta kebebasan memilih tanpa paksaan.

Oleh karena itu, konsumen berhak menolak membayar service charge yang tidak diinformasikan secara jelas sebelum transaksi dilakukan.

Imbauan kepada Masyarakat

BPKN mengimbau konsumen agar:

  • Mencermati daftar harga dan keterangan biaya tambahan
  • Menanyakan keberadaan service charge sebelum memesan
  • Menyimpan bukti transaksi
  • Melaporkan praktik yang merugikan ke BPKN, Dinas Perdagangan, atau LPKSM

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan
Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas
IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat
Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional
SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026
Kemendikdasmen dan MD Entertainment Salurkan 2.500 Pasang Sepatu untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh
Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pembentukan Pokja BSAN di Daerah
Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:33 WIB

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:54 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026

Berita Terbaru

NEWS

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:54 WIB