Banyak hewan di dunia memiliki racun sebagai mekanisme pertahanan maupun untuk melumpuhkan mangsa. Namun, beberapa di antaranya dikenal memiliki bisa yang sangat mematikan dan mampu menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Berikut empat hewan dengan bisa paling mematikan di dunia.
1. Ubur-ubur Kotak (Box Jellyfish – Chironex fleckeri)
Ubur-ubur kotak dianggap sebagai hewan paling mematikan karena bisanya. Spesies ini banyak ditemukan di perairan Australia dan Asia Tenggara. Racun yang dilepaskannya mampu menyerang jantung, sistem saraf, dan sel kulit secara bersamaan. Sengatan ubur-ubur kotak dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian hanya dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani.
2. Ular Taipan Darat (Inland Taipan)
Ular taipan darat dikenal sebagai pemilik bisa ular paling kuat di dunia. Racunnya bersifat neurotoksik dan hemotoksik, yang dapat melumpuhkan sistem saraf, merusak otot, serta mengganggu pembekuan darah. Satu gigitan taipan darat mengandung racun yang cukup untuk membunuh puluhan manusia dewasa apabila tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat.
3. Siput Kerucut (Cone Snail – Conus sp.)
Meski berukuran kecil dan memiliki cangkang yang indah, siput kerucut termasuk salah satu hewan laut paling berbahaya. Racunnya berupa campuran puluhan toksin yang bekerja sangat cepat melumpuhkan saraf dan sistem pernapasan. Dalam beberapa kasus, sengatan siput kerucut dapat menyebabkan kelumpuhan total hingga kematian akibat gagal napas.
4. Katak Panah Beracun (Poison Dart Frog)
Katak panah beracun memiliki racun bernama batrachotoxin yang terdapat pada kulitnya. Racun ini sangat mematikan karena mampu menghentikan sinyal saraf dan detak jantung. Menariknya, katak ini tidak perlu menggigit atau menyengat—sentuhan langsung pada kulitnya sudah cukup berbahaya. Satu ekor katak bahkan dapat mengandung racun yang cukup untuk membunuh lebih dari sepuluh orang dewasa.
Keberadaan hewan-hewan ini menjadi pengingat bahwa alam menyimpan potensi bahaya yang luar biasa. Meski terlihat indah atau tidak berbahaya, beberapa spesies justru memiliki mekanisme pertahanan yang sangat mematikan.


























