Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telur ayam merupakan salah satu sumber protein hewani paling mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran sering muncul pertanyaan: apa perbedaan telur ayam cokelat dan putih, dan mana yang sebenarnya lebih baik untuk dikonsumsi? Banyak anggapan menyebut telur cokelat lebih sehat, sementara telur putih dinilai biasa saja. Benarkah demikian?

Faktanya, perbedaan warna telur ayam tidak sesederhana yang dibayangkan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Perbedaan warna cangkang telur bukan berasal dari pakan atau kualitas telur, melainkan dari jenis ras ayam petelur. Ayam dengan bulu putih dan cuping telinga berwarna putih, seperti ras White Leghorn, umumnya menghasilkan telur bercangkang putih. Sementara itu, ayam berbulu merah atau cokelat dengan cuping telinga berwarna merah, seperti Rhode Island Red, akan menghasilkan telur bercangkang cokelat.

Warna cokelat pada telur berasal dari pigmen alami bernama protoporfirin yang menempel di bagian luar cangkang saat proses pembentukan telur. Pigmen ini tidak memengaruhi isi telur sama sekali.

Dari sisi kandungan gizi, telur ayam cokelat dan putih pada dasarnya hampir sama. Keduanya sama-sama mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin A, D, E, serta vitamin B12. Selain itu, telur juga mengandung mineral penting seperti zat besi, fosfor, dan selenium yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga :  Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor

Perbedaan kandungan nutrisi pada telur lebih banyak dipengaruhi oleh pakan ayam, bukan warna cangkangnya. Ayam yang diberi pakan kaya omega-3, misalnya, akan menghasilkan telur dengan kandungan omega-3 yang lebih tinggi, baik telur tersebut bercangkang cokelat maupun putih.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut perbandingan singkat telur ayam cokelat dan putih.

Aspek Perbandingan Telur Ayam Cokelat Telur Ayam Putih
Warna cangkang Cokelat Putih
Asal ayam petelur Ayam berbulu merah/cokelat (misalnya Rhode Island Red) Ayam berbulu putih (misalnya White Leghorn)
Kandungan gizi Sama, tergantung pakan ayam Sama, tergantung pakan ayam
Ukuran telur Umumnya sedikit lebih besar Umumnya sedikit lebih kecil
Ketebalan cangkang Cenderung lebih tebal Cenderung lebih tipis
Rasa Tidak berbeda Tidak berbeda
Warna kuning telur Ditentukan pakan, bukan warna cangkang Ditentukan pakan, bukan warna cangkang
Harga di pasaran Biasanya lebih mahal Biasanya lebih murah
Kualitas telur Sama jika segar dan ditangani baik Sama jika segar dan ditangani baik

Telur ayam cokelat sering dianggap memiliki cangkang lebih tebal dan ukuran lebih besar. Anggapan ini tidak sepenuhnya salah, namun bukan karena warna telurnya. Ayam petelur cokelat umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar sehingga telur yang dihasilkan cenderung berukuran lebih besar pula. Sementara ketebalan cangkang telur dipengaruhi oleh usia ayam, asupan kalsium, serta kondisi kesehatan ayam tersebut.

Baca Juga :  Mengenal Jembatan Bailey, Akses Darurat Andalan Saat Infrastruktur Rusak

Di pasaran, telur cokelat biasanya dijual dengan harga lebih mahal dibanding telur putih. Hal ini bukan karena kualitasnya lebih unggul, melainkan karena biaya produksinya lebih tinggi. Ayam petelur cokelat membutuhkan lebih banyak pakan, sehingga biaya pemeliharaan dan produksi telur juga meningkat.

Dari segi rasa, tidak ada perbedaan mencolok antara telur cokelat dan putih. Rasa telur lebih dipengaruhi oleh kesegaran telur dan cara pengolahannya. Sementara itu, warna kuning telur yang lebih pucat atau lebih oranye ditentukan oleh jenis pakan ayam, seperti jagung atau bahan nabati tertentu, bukan warna cangkang telur.

Pada akhirnya, memilih telur ayam cokelat atau putih merupakan soal preferensi pribadi dan ketersediaan di pasaran. Telur putih bisa menjadi pilihan ekonomis, sementara telur cokelat dapat dipilih sesuai selera. Yang terpenting adalah memastikan telur yang dikonsumsi masih segar, disimpan dengan baik, serta berasal dari sumber peternakan yang higienis.

Kesimpulannya, warna cangkang telur ayam tidak menentukan nilai gizi maupun kualitas telur. Baik telur ayam cokelat maupun putih sama-sama bergizi dan aman dikonsumsi. Masyarakat tidak perlu ragu memilih salah satunya, selama telur tersebut segar dan layak konsumsi.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia
KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara
Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya
Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor
Awal Penanggalan Tahun Masehi dan Mengapa Menggantikan Kalender Julian
Mengenal Jembatan Bailey, Akses Darurat Andalan Saat Infrastruktur Rusak
Dari Unix ke Linux: Evolusi Sistem Operasi Open Source Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:51 WIB

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:41 WIB

4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIB

KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:41 WIB

Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:34 WIB

Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih

Berita Terbaru