Fenomena Astronomi 2026: Supermoon, Gerhana Matahari Total, dan Hujan Meteor

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia.com – Tahun 2026 menjadi salah satu tahun yang menarik bagi para pecinta astronomi. Sepanjang tahun, langit akan dihiasi berbagai fenomena langit spektakuler, mulai dari supermoon, gerhana Matahari, gerhana Bulan, hingga hujan meteor yang dapat disaksikan tanpa peralatan khusus.

Beragam peristiwa ini tak hanya memikat pengamat profesional, tetapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan alam semesta dari Bumi.

Supermoon Terjadi Beberapa Kali

Salah satu fenomena yang paling dinantikan pada 2026 adalah supermoon, yaitu fase Bulan purnama ketika jaraknya berada paling dekat dengan Bumi. Pada kondisi ini, Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dibandingkan purnama biasa.

Supermoon pertama terjadi pada 3 Januari 2026, dikenal sebagai Wolf Moon. Selain itu, supermoon juga kembali muncul di akhir tahun, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada 23 Desember 2026, menjadikannya salah satu supermoon paling terang sepanjang tahun.

Dua Gerhana Matahari Besar

Tahun 2026 juga istimewa karena menghadirkan dua jenis gerhana Matahari, yakni:

  • Gerhana Matahari Anular – 17 Februari 2026
    Pada peristiwa ini, Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari sehingga menyisakan cincin cahaya yang dikenal sebagai ring of fire. Gerhana anular ini dapat disaksikan secara optimal di wilayah tertentu di belahan selatan Bumi, sementara daerah lain hanya melihat gerhana sebagian.
  • Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026
    Ini menjadi puncak fenomena astronomi 2026. Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dan mengubah siang hari menjadi gelap selama beberapa menit. Jalur totalitas melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan Spanyol bagian utara.
Baca Juga :  Wong Fei Hung: Legenda Kungfu yang Jejak Keislamannya Diaburkan Sejarah

Gerhana Bulan Hiasi Langit Malam

Selain gerhana Matahari, terdapat pula gerhana Bulan yang dapat diamati dengan mata telanjang:

  • Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026, saat Bulan tampak kemerahan atau dikenal sebagai blood moon.
  • Gerhana Bulan Parsial – 28 Agustus 2026, di mana sebagian permukaan Bulan tertutup bayangan Bumi.
Baca Juga :  Head to Head: Boeing 777 vs Airbus A350 & A330ne

Hujan Meteor dan Fenomena Lainnya

Tak kalah menarik, beberapa hujan meteor juga akan menghiasi langit sepanjang 2026. Di antaranya Lyrid pada April dan Perseid pada Agustus yang dikenal memiliki intensitas tinggi dan mudah diamati dari wilayah minim polusi cahaya.

Selain itu, terdapat pula momen parade planet, yakni ketika beberapa planet tampak berjejer di satu sisi langit, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengamat langit.

Tahun yang Ideal untuk Pengamat Langit

Dengan kombinasi supermoon, gerhana Matahari, gerhana Bulan, dan hujan meteor, tahun 2026 menjadi momen ideal untuk menikmati fenomena astronomi. Sebagian besar peristiwa ini dapat disaksikan tanpa teleskop, asalkan cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Fenomena langit tersebut sekaligus menjadi pengingat akan luasnya alam semesta dan posisi kecil manusia di dalamnya, namun tetap mampu menikmati keindahannya dari Bumi.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya
4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia
KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara
Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya
Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih
Awal Penanggalan Tahun Masehi dan Mengapa Menggantikan Kalender Julian
Mengenal Jembatan Bailey, Akses Darurat Andalan Saat Infrastruktur Rusak
Dari Unix ke Linux: Evolusi Sistem Operasi Open Source Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:51 WIB

Hujan Meteor Quadrantid 2026 Bisa Dilihat dari Indonesia, Begini Waktu dan Cara Mengamatinya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:41 WIB

4 Hewan dengan Bisa Paling Mematikan di Dunia

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:39 WIB

KUHP Baru Atur Hewan Piaraan Serang Orang: Dulu 6 Hari, Kini Pemilik Terancam 6 Bulan Penjara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:41 WIB

Supermoon Januari 2026 Bisa Disaksikan Sabtu Malam, Ini Jadwal Lengkap dan Penjelasannya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:34 WIB

Perbedaan Telur Ayam Cokelat dan Putih: Kandungan Gizi, Harga, dan Cara Memilih

Berita Terbaru