Jabar Raih Provinsi Terbaik Pemutakhiran Data Keluarga 2025

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 3 Desember 2025 — Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi nasional setelah dinobatkan sebagai Pelaksana Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) Terbaik Tingkat Provinsi. Penghargaan tersebut diberikan pada Diseminasi Nasional Hasil PK-25 yang digelar Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Selasa (26/11/2025).

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, mewakili Gubernur Jawa Barat. Siska menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur yang terlibat.

“Penghargaan ini adalah apresiasi atas kerja keras dan sinergi seluruh pihak, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga para kader di lapangan. Keakuratan data keluarga menjadi fondasi vital untuk perencanaan pembangunan dan kebijakan yang tepat sasaran, termasuk penguatan ketahanan keluarga,” ujar Siska dalam keterangan tertulis di Bandung, Rabu (3/12/2025).

Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat 2024, terdapat sekitar 12,8 juta keluarga di Jawa Barat. Pemutakhiran PK-25 yang mencakup 27 indikator keluarga menjadi rujukan utama untuk menyusun program-program strategis seperti bantuan sosial, layanan kesehatan, pengendalian stunting, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Jadi Sarana Penguatan Karakter

Acara diseminasi yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan.

Temuan Mengejutkan PK-25: 1 dari 4 Keluarga Indonesia Mengalami “Fatherless”

Dalam sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkap temuan penting PK-25. Data menunjukkan bahwa 25 persen keluarga Indonesia berada dalam kondisi fatherless, yaitu rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

“Kondisi ini berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak, baik secara psikologis, sosial, hingga prestasi akademik. Angkanya lebih tinggi di wilayah perdesaan, tertinggi di Papua Pegunungan, dan terendah di Bali. Peningkatan kasus juga terlihat pada keluarga dengan ayah perantau atau kepala keluarga yang tidak bekerja,” jelas Wihaji.


Menko PMK: Kebijakan Berbasis Data Jadi Kunci

Pada kesempatan yang sama, Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa data PK-25 adalah pijakan penting dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam percepatan penanggulangan stunting.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon Terungkap, Pelaku Ditangkap

Pratikno menekankan bahwa pemanfaatan teknologi seperti cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning memungkinkan pengolahan big data keluarga secara cepat dan akurat.

“Data bukan hanya tentang gambaran masalah hari ini, tetapi juga membantu melacak penyebab dan efektivitas intervensi. Integrasi data memungkinkan pemerintah memantau stunting dan menyesuaikan kebijakan secara real time,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang ditekankan adalah precision nutrition, yaitu intervensi gizi berbasis kebutuhan individual anak untuk memastikan penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram
Viral Toyota Calya Lawan Arah di Gunung Sahari, Sopir Gunakan Pelat Palsu dan Jadi Tersangka

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:38 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:59 WIB

Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap

Berita Terbaru