IPBK Jadi Tolok Ukur Utama Keberhasilan Pembangunan Kependudukan di Jawa Barat

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK) kini menjadi alat ukur utama keberhasilan pembangunan kependudukan di tingkat nasional maupun daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi IPBK yang diikuti instansi lintas sektor dan perwakilan pengendalian penduduk dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Bonivasius menyampaikan bahwa IPBK tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga menjadi rujukan penting dalam menilai keselarasan pembangunan dengan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Reformulasi komponen penyusun IPBK pun telah dilakukan agar lebih relevan dengan indikator PJPK sehingga hasil pengukurannya semakin komprehensif dan responsif terhadap perubahan dinamika kependudukan.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Selenggarakan TKA SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat Tahun 2026 pada Bulan April

Di hadapan peserta kegiatan, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Rosiandi, memaparkan hasil monitoring dan evaluasi capaian IPBK provinsi dan kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mendiseminasikan kembali capaian tersebut untuk memperkuat langkah strategis dalam merespons isu-isu kependudukan yang berkembang.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa seluruh arah pembangunan harus berwawasan kependudukan. Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah harus berpijak pada kebutuhan, dinamika, dan kondisi penduduk di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter, Literasi, dan Numerasi Wujudkan Generasi Emas 2045

IPBK dipandang sebagai “rapor” pembangunan kependudukan di daerah. Oleh karena itu, seluruh pihak—baik pemerintah maupun masyarakat—didorong untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan bonus demografi yang produktif sehingga mampu menjawab tantangan kependudukan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.


Jika ingin versi judul, meta-deskripsi SEO, atau poster ilustrasi untuk artikel, beri tahu saja, nanti saya buatkan!

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI
GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:01 WIB

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 11:48 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:02 WIB

Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB