Rentetan Gempa Sukabumi-Bogor, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, diguncang rentetan gempa bumi pada Sabtu (20/9/2025) malam hingga Minggu dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 4,0 terjadi pukul 23.47 WIB dengan pusat di darat pada koordinat 6,76° LS dan 106,57° BT, sekitar 25 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa dangkal, yakni sekitar 7–10 kilometer, sehingga getaran terasa cukup kuat di wilayah sekitarnya.

Beberapa menit setelah gempa utama, terjadi sejumlah gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 2,2 hingga 3,8. Susulan tersebut dirasakan di beberapa daerah, antara lain Leuwiliang, Pemijahan, Kabandungan, Cibadak, hingga Pelabuhan Ratu. Warga melaporkan jendela rumah bergoyang dan perabotan bergetar, meski belum ada laporan kerusakan signifikan.

Baca Juga :  Peringatan Darurat' di Bandung Hari Ini Kamis 22 Agustus 2024

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif lokal di wilayah Sukabumi. Fenomena gempa dangkal seperti ini memang berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa meski kekuatannya tidak besar. Shakemap BMKG mencatat intensitas gempa berada pada skala II hingga III MMI, yang artinya getaran terasa jelas di dalam rumah dan benda ringan terguncang.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada mengingat potensi gempa susulan masih bisa terjadi. BMKG juga meminta warga memastikan kondisi bangunan masing-masing serta selalu memperbarui informasi dari sumber resmi.

Detail Gempa Utama

  • Koordinat: 6,76° LS, 106,57° BT

  • Lokasi Pusat (Episenter): ± 25-26 km timur laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

  • Kedalaman Hiposenter: ± 7–10 km, termasuk kategori dangkal

  • Jenis Gempa: Tektonik, akibat aktivitas sesar aktif lokal.

Baca Juga :  Perkemahan Anak Indonesia Hebat 2025: Pramuka Jadi Pilar Pembentukan Karakter Pelajar

Gempa Susulan dan Persebarannya

Setelah gempa utama, terjadi beberapa gempa susulan di Sukabumi dan Bogor dengan magnitudo beragam, antara 2,2 hingga 3,8.

Beberapa waktu dan magnitudo gempa susulan di Bogor:

  • Pukul 00.18 WIB → M 2,2

  • 00.22 WIB → M 2,7

  • 01.45 WIB → M 2,5

  • 01.47 WIB → M 3,1

  • 01.59 WIB → M 3,8

Di Sukabumi sendiri, susulan-susulan gempa berkekuatan 2,3; 2,5; 2,6; hingga 3,8 dilaporkan terjadi mulai pukul 00.00 hingga 01.59 WIB.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru