Makassar – Sebuah pesawat ATR 42-500 dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dekat Kota Makassar. Pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) tersebut dinyatakan hilang kontak saat dalam fase pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Pesawat dengan registrasi PK-THT diketahui tengah menjalankan misi patroli udara dan membawa 11 orang, terdiri atas awak dan penumpang. Kontak terakhir dengan petugas Air Traffic Control (ATC) terjadi ketika pesawat diminta melakukan koreksi jalur saat mendekati Makassar, sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Setelah dinyatakan hilang, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) langsung dilakukan oleh Basarnas Makassar dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Tim SAR kemudian menemukan puing-puing pesawat di kawasan pegunungan dengan medan terjal dan hutan lebat di wilayah Maros.
Kepala Basarnas Makassar menyebutkan bahwa proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, seperti cuaca buruk, kabut tebal, serta akses lokasi yang sulit. Meski demikian, upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan secara intensif.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, seluruh 11 orang yang berada di dalam pesawat diduga meninggal dunia, namun kepastian jumlah korban dan identitasnya masih menunggu hasil evakuasi dan pemeriksaan resmi dari otoritas terkait.
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500
Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan ATR 42-500, yaitu pesawat turboprop regional bermesin ganda yang banyak digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Pesawat ini diproduksi oleh ATR (Avions de Transport Régional), perusahaan manufaktur pesawat hasil kerja sama Prancis–Italia antara Airbus dan Leonardo.
ATR 42-500 dirancang untuk mengangkut sekitar 46 hingga 50 penumpang, dengan dua pilot sebagai awak utama. Pesawat ini menggunakan dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127 yang dikenal efisien dan andal untuk rute regional. ATR 42-500 juga memiliki kemampuan mendarat di landasan pendek, sehingga banyak digunakan di bandara-bandara kecil maupun untuk misi khusus seperti patroli udara.

























