BANDUNG – Penyaluran bantuan stimulan Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) tahap II tahun 2026 kembali dilaksanakan di Kota Bandung. Sebanyak 40 paket bantuan disalurkan kepada kelompok-kelompok Buruan SAE yang tersebar di berbagai kecamatan.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni 29 hingga 30 September 2026. Bantuan diberikan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan kegiatan Buruan SAE yang telah dikembangkan dan dijalankan masyarakat di berbagai wilayah Kota Bandung.
Buruan SAE merupakan program yang mendorong pemanfaatan lahan di lingkungan masyarakat untuk kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan terbatas, maupun ruang terbuka yang tersedia di lingkungan permukiman.
Melalui program ini, masyarakat didorong mengembangkan berbagai kegiatan budidaya, mulai dari tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, tanaman obat, hingga kegiatan pendukung lainnya sesuai dengan potensi dan kondisi lingkungan masing-masing kelompok.
Mendorong Ketahanan Pangan Masyarakat
Program Buruan SAE tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
Pemanfaatan lahan melalui kegiatan urban farming diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Selain itu, keberadaan kelompok Buruan SAE menjadi sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dalam bercocok tanam serta mengelola kegiatan pertanian secara bersama-sama.
Program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih produktif dengan memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar tempat tinggal masyarakat.
Dalam perkembangannya, Buruan SAE diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sosial dan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Bantuan Stimulan Mendukung Keberlanjutan
Penyaluran bantuan stimulan tahap II sebanyak 40 paket diberikan untuk mendukung kelompok-kelompok Buruan SAE yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Bandung.
Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Eva Rita Firtya Nur, S.Pi., mengatakan bantuan stimulan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi kelompok masyarakat untuk terus mengembangkan kegiatan Buruan SAE.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi modal awal bagi kelompok untuk mengembangkan program secara berkelanjutan sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Pemberian bantuan stimulan juga diarahkan untuk mendorong masyarakat agar mampu menjalankan kegiatan Buruan SAE secara mandiri. Kemandirian menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan yang telah dibangun dapat terus berjalan dan berkembang meskipun dukungan bantuan pemerintah tidak selalu diberikan dalam bentuk yang sama.
Melalui pengelolaan yang baik, hasil kegiatan Buruan SAE diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Hasil budidaya yang diperoleh kelompok maupun masyarakat dapat menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan apabila dikelola dan dikembangkan secara produktif.
Dengan demikian, bantuan stimulan Buruan SAE tahap II tahun 2026 tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kelompok masyarakat yang mampu mengelola kegiatan secara berkelanjutan.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan, mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Keberlanjutan Buruan SAE pada akhirnya diharapkan semakin memperkuat peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang produktif serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan pertanian perkotaan yang dikelola secara mandiri.


























