Kick Off Pelayanan KB Serentak Harganas ke-33 Dimulai, Jawa Barat Usung Semangat “Bapa Kedah Aya”

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangandaran – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN resmi menggelar Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, yang dipusatkan secara nasional di Jakarta pada Selasa (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperluas akses pelayanan keluarga berencana berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Di Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan kick off dipusatkan di Kabupaten Pangandaran, dengan pelayanan kontrasepsi yang dilakukan secara serentak di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten dan kota.

Bagian dari Strategi Nasional Pembangunan Keluarga

Pelayanan KB Serentak merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi yang aman, bermutu, dan mudah dijangkau.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN berupaya mendukung pencapaian berbagai target pembangunan nasional, di antaranya:

  • Menurunkan prevalensi stunting.
  • Menekan Angka Kematian Ibu (AKI).
  • Menurunkan Angka Kematian Anak (AKA).
  • Meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi.
  • Mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Pelaksanaan program juga mempertimbangkan pendekatan sosial budaya dan kearifan lokal agar pelayanan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di berbagai daerah.

Pelayanan KB Berkualitas Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menegaskan bahwa pelayanan KB tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengendalian kelahiran, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Menurutnya, keluarga yang mampu merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak secara tepat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Dapur MBG Wajib Prioritaskan Produk Lokal, Bukan Biskuit-Roti Industri Besar

“Pelayanan KB dalam rangka Harganas tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan kelahiran, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan akses terhadap pelayanan KB berkualitas bagi Pasangan Usia Subur (PUS) diharapkan mampu menurunkan angka unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi, yang pada tahun 2025 masih berada di angka 11,9 persen.

Penurunan angka unmet need dinilai penting karena berkontribusi terhadap pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan kualitas keluarga secara keseluruhan.

Harganas ke-33 Usung Tema “Ayah Wajib Hadir”

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan bahwa tema Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 adalah “Ayah Wajib Hadir”.

Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan ayah dalam seluruh proses pengasuhan, mulai dari masa kehamilan, persalinan, tumbuh kembang anak, hingga pendidikan dan pembentukan karakter.

Menurut Menteri Wihaji, kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, pendamping, dan teladan dalam keluarga.

Melalui keterlibatan aktif ayah, diharapkan tercipta keluarga yang harmonis serta mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Jawa Barat Mengusung Semangat “Bapa Kedah Aya”

Menindaklanjuti tema nasional tersebut, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa peringatan Harganas ke-33 di Jawa Barat mengusung tema “Bapa Kedah Aya”, yang dalam bahasa Sunda bermakna “Ayah Harus Hadir”.

Baca Juga :  Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan acara Evaluasi Akhir Tahun Program Bangga Kencana

Penggunaan tema tersebut menjadi bentuk pendekatan budaya lokal agar pesan mengenai pentingnya peran ayah lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat Jawa Barat.

Melalui semangat “Bapa Kedah Aya”, pemerintah berharap semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak, mendampingi pendidikan, menjaga kesehatan keluarga, hingga bersama pasangan mengambil keputusan terkait perencanaan keluarga.

Pelayanan Dilaksanakan Serentak di Seluruh Jawa Barat

Sebagai tindak lanjut Kick Off Harganas, pelayanan KB di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan secara serentak melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelayanan IUD dan implant tersedia di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk di seluruh kabupaten dan kota, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan lebih mudah sesuai domisilinya.

Sementara itu, pelayanan kontrasepsi mantap berupa Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) dipusatkan di RSUD Pandega Pangandaran, dengan dukungan tenaga kesehatan yang kompeten serta sarana pelayanan sesuai standar yang berlaku.

Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui Kick Off Pelayanan KB Serentak Harganas ke-33, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.

Pelayanan keluarga berencana yang berkualitas, peningkatan kesehatan reproduksi, keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, serta penguatan peran keluarga menjadi bagian dari strategi besar untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak keluarga Indonesia mampu merencanakan kehidupan yang lebih baik, melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru