Kemendikdasmen Gelar ToT Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif bagi Tunarungu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan pendidikan inklusif melalui berbagai program. Salah satunya dengan menggelar Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an Bahasa Isyarat gelombang kedua yang diselenggarakan oleh Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen pada Ramadan 2026.

Kegiatan bertajuk “Menguatkan Ekosistem Pendidikan Inklusif Berbasis Masjid menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini bertujuan meningkatkan akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tunarungu.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Al-Qur’an memiliki fungsi universal yang melampaui batas fisik maupun kemampuan komunikasi. Karena itu, penyandang disabilitas tunarungu memiliki hak yang sama untuk mengakses ajaran agama, termasuk melalui bahasa isyarat.

“Penyandang disabilitas tunarungu memiliki hak teologis dan konstitusional yang sama untuk mengakses sumber ajaran agama, salah satunya melalui pembelajaran bahasa isyarat Al-Qur’an,” ujar Fajar di Jakarta, Selasa (3/3).

Baca Juga :  Mendikdasmen: Penting Peran Pengawas dan Penilik Sekolah Memelihara Budaya Mutu dalam Ekosistem Pendidikan

Fajar juga menegaskan bahwa bahasa isyarat memiliki landasan kuat dalam tradisi keislaman. Bahkan pengakuannya telah tercantum dalam Kompilasi Hukum Islam sejak 1991.

Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan lebih banyak pengajar kompeten yang dapat menjembatani literasi Al-Qur’an bagi sekitar 2 hingga 4,5 juta penyandang disabilitas tunarungu di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan agama yang setara tanpa diskriminasi.

Menurutnya, pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kompetensi pelatih bahasa isyarat Al-Qur’an, memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas, serta membangun ekosistem pendidikan inklusif yang terintegrasi dengan perkembangan sains dan teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mencetak pengajar Al-Qur’an yang kompeten dalam bahasa isyarat serta mendorong peserta didik disabilitas menjadi agen perubahan melalui karya-karya kreatif,” kata Tatang.

Baca Juga :  "Call To Action" Mengkampanyekan Bagaimana Mengoptimalisasikan Teknologi Untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak

Di sisi lain, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T, Rita Pranawati, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan berkualitas, termasuk dalam pembelajaran agama.

Menurutnya, pelatihan Al-Qur’an bahasa isyarat menjadi langkah penting untuk memastikan teman-teman Tuli dapat belajar Al-Qur’an secara setara.

“Setiap anak, dalam kondisi apa pun, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, termasuk kesempatan belajar membaca Al-Qur’an,” ujar Rita saat menutup kegiatan ToT Al-Qur’an Bahasa Isyarat gelombang kedua, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia agar semakin banyak penyandang disabilitas tunarungu yang memperoleh akses pembelajaran Al-Qur’an secara inklusif.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah serta UMKM
Tiga Penumpang Alphard yang Berselisih dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
Murid Indonesia Raih 4 Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2026
ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas
DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran hingga 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Hj. Siti Muntamah Ajak Wujudkan Jawa Barat Ramah Anak Lewat Ketahanan Keluarga
Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan 100 Paket Sembako dan Edukasi Literasi Digital bagi Lansia di Indramayu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:31 WIB

Pegadaian Jabar dan MES Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Syariah serta UMKM

Senin, 27 Juli 2026 - 07:23 WIB

Tiga Penumpang Alphard yang Berselisih dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:47 WIB

Murid Indonesia Raih 4 Medali Perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB

DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere

Berita Terbaru