KLOPAKINDONESIA.COM — Ikan selama ini dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang kaya omega-3 dan baik untuk kesehatan jantung serta otak. Namun di balik manfaatnya, tidak semua ikan aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa jenis ikan laut justru mengandung merkuri tinggi, yaitu logam berat berbahaya yang dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia.
Tanpa disadari, sejumlah ikan dengan kadar merkuri tinggi masih sering dikonsumsi masyarakat karena dianggap sehat atau lezat. Padahal, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan dampak serius, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Berikut 7 jenis ikan yang diketahui mengandung merkuri tinggi dan perlu dibatasi konsumsinya:
1. Ikan Hiu
Ikan hiu termasuk ikan dengan kadar merkuri tertinggi karena berada di puncak rantai makanan laut. Sebagai predator utama, hiu memakan banyak ikan kecil yang telah lebih dulu terpapar logam berat.
Proses ini menyebabkan merkuri menumpuk dalam tubuh hiu seiring waktu melalui mekanisme bioakumulasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kadar merkuri pada ikan hiu dapat mendekati 1 part per million (ppm), angka yang tergolong sangat tinggi.
Karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil tidak disarankan mengonsumsi daging hiu sama sekali. Paparan merkuri dapat berdampak buruk pada perkembangan otak janin dan bayi, termasuk gangguan kognitif dan sistem saraf.
2. Ikan Todak (Swordfish)
Ikan todak dikenal dengan moncongnya yang panjang dan kerap disajikan dalam menu steak seafood. Namun, ikan ini termasuk salah satu ikan dengan kadar merkuri tertinggi di dunia.
Berbagai lembaga kesehatan merekomendasikan agar ibu hamil dan anak-anak menghindari ikan todak, karena paparan merkuri dapat mengganggu perkembangan saraf dan fungsi otak.
3. King Mackerel (Tenggiri Ukuran Besar)
King mackerel merupakan ikan predator laut dalam yang masuk dalam daftar ikan bermerkuri tinggi versi Food and Drug Administration (FDA). Ikan ini hidup cukup lama dan berada di rantai makanan atas, sehingga mudah mengalami penumpukan logam berat.
Menurut laporan National Resources Defense Council (NRDC), banyak sampel king mackerel ditemukan memiliki kadar merkuri melampaui 0,7 ppm, sehingga dinilai tidak aman bagi wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Sebagai alternatif yang lebih aman, makarel Atlantik dapat dipilih karena kadar merkurinya jauh lebih rendah, sekitar 0,05 ppm. Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ikan tertentu guna mencegah risiko pada janin.
4. Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna)
Tuna sering dianggap sebagai simbol makanan sehat. Namun, tuna berukuran besar seperti tuna sirip biru mengandung merkuri cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi mentah dalam bentuk sushi atau sashimi.
Semakin besar dan semakin tua ukuran tuna, maka semakin tinggi pula akumulasi merkuri di dalam dagingnya. Karena itu, konsumsi tuna besar sebaiknya dibatasi.
5. Ikan Marlin
Ikan marlin merupakan predator laut cepat yang berada di posisi tinggi dalam rantai makanan. Kondisi ini membuat merkuri mudah terakumulasi dalam tubuhnya.
Ikan marlin tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
6. Ikan Orange Roughy
Orange roughy adalah ikan laut dalam berusia sangat panjang, bahkan bisa hidup hingga 150 tahun. Usia panjang ini membuat ikan tersebut sangat rentan mengalami penumpukan merkuri.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Food Additives & Contaminants (2011) menemukan kadar merkuri orange roughy berada pada rentang 0,06 hingga 1,1 mikrogram per gram (µg/g) atau ppm. Variabilitas yang tinggi ini membuat Food and Drug Administration (FDA) tetap menyarankan pembatasan konsumsi, terutama bagi ibu hamil dan menyusui.
7. Ikan Escolar
Ikan escolar kerap disajikan sebagai pengganti tuna putih di restoran. Selain berpotensi mengandung merkuri, ikan ini juga mengandung gempylotoxin, zat lilin alami yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare jika dikonsumsi berlebihan.
Bahaya Merkuri bagi Kesehatan
Paparan merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan:
- Kerusakan sistem saraf dan otak
- Gangguan daya ingat dan konsentrasi
- Masalah ginjal
- Gangguan perkembangan janin dan bayi
- Tremor dan gangguan koordinasi tubuh
Merkuri sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak-anak, karena dapat memengaruhi perkembangan otak secara permanen.
Ikan yang Lebih Aman Dikonsumsi
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan memilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti:
- Ikan nila
- Ikan lele
- Ikan kembung kecil
- Ikan sarden
- Ikan teri
- Ikan bandeng
Jenis ikan ini relatif aman dikonsumsi lebih sering dan tetap kaya nutrisi.
Kesimpulan
Mengonsumsi ikan tetap penting untuk kesehatan, namun pemilihan jenis ikan sangat menentukan manfaat dan risikonya. Membatasi konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan jangka panjang, khususnya bagi ibu dan anak.


























