Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM — Ikan selama ini dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang kaya omega-3 dan baik untuk kesehatan jantung serta otak. Namun di balik manfaatnya, tidak semua ikan aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa jenis ikan laut justru mengandung merkuri tinggi, yaitu logam berat berbahaya yang dapat terakumulasi di dalam tubuh manusia.

Tanpa disadari, sejumlah ikan dengan kadar merkuri tinggi masih sering dikonsumsi masyarakat karena dianggap sehat atau lezat. Padahal, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan dampak serius, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Berikut 7 jenis ikan yang diketahui mengandung merkuri tinggi dan perlu dibatasi konsumsinya:

1. Ikan Hiu

Ikan hiu termasuk ikan dengan kadar merkuri tertinggi karena berada di puncak rantai makanan laut. Sebagai predator utama, hiu memakan banyak ikan kecil yang telah lebih dulu terpapar logam berat.

Proses ini menyebabkan merkuri menumpuk dalam tubuh hiu seiring waktu melalui mekanisme bioakumulasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kadar merkuri pada ikan hiu dapat mendekati 1 part per million (ppm), angka yang tergolong sangat tinggi.

Karena itu, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak kecil tidak disarankan mengonsumsi daging hiu sama sekali. Paparan merkuri dapat berdampak buruk pada perkembangan otak janin dan bayi, termasuk gangguan kognitif dan sistem saraf.

2. Ikan Todak (Swordfish)

Ikan todak dikenal dengan moncongnya yang panjang dan kerap disajikan dalam menu steak seafood. Namun, ikan ini termasuk salah satu ikan dengan kadar merkuri tertinggi di dunia.

Berbagai lembaga kesehatan merekomendasikan agar ibu hamil dan anak-anak menghindari ikan todak, karena paparan merkuri dapat mengganggu perkembangan saraf dan fungsi otak.

Baca Juga :  5 Ikan Air Tawar Yang Mengandung Protein Tinggi

3. King Mackerel (Tenggiri Ukuran Besar)

King mackerel merupakan ikan predator laut dalam yang masuk dalam daftar ikan bermerkuri tinggi versi Food and Drug Administration (FDA). Ikan ini hidup cukup lama dan berada di rantai makanan atas, sehingga mudah mengalami penumpukan logam berat.

Menurut laporan National Resources Defense Council (NRDC), banyak sampel king mackerel ditemukan memiliki kadar merkuri melampaui 0,7 ppm, sehingga dinilai tidak aman bagi wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Sebagai alternatif yang lebih aman, makarel Atlantik dapat dipilih karena kadar merkurinya jauh lebih rendah, sekitar 0,05 ppm. Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ikan tertentu guna mencegah risiko pada janin.

4. Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna)

Tuna sering dianggap sebagai simbol makanan sehat. Namun, tuna berukuran besar seperti tuna sirip biru mengandung merkuri cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi mentah dalam bentuk sushi atau sashimi.

Semakin besar dan semakin tua ukuran tuna, maka semakin tinggi pula akumulasi merkuri di dalam dagingnya. Karena itu, konsumsi tuna besar sebaiknya dibatasi.

5. Ikan Marlin

Ikan marlin merupakan predator laut cepat yang berada di posisi tinggi dalam rantai makanan. Kondisi ini membuat merkuri mudah terakumulasi dalam tubuhnya.

Ikan marlin tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

6. Ikan Orange Roughy

Orange roughy adalah ikan laut dalam berusia sangat panjang, bahkan bisa hidup hingga 150 tahun. Usia panjang ini membuat ikan tersebut sangat rentan mengalami penumpukan merkuri.

Baca Juga :  Merica: Si Pedas Berkhasiat dari Dapur Tropis

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Food Additives & Contaminants (2011) menemukan kadar merkuri orange roughy berada pada rentang 0,06 hingga 1,1 mikrogram per gram (µg/g) atau ppm. Variabilitas yang tinggi ini membuat Food and Drug Administration (FDA) tetap menyarankan pembatasan konsumsi, terutama bagi ibu hamil dan menyusui.

7. Ikan Escolar

Ikan escolar kerap disajikan sebagai pengganti tuna putih di restoran. Selain berpotensi mengandung merkuri, ikan ini juga mengandung gempylotoxin, zat lilin alami yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare jika dikonsumsi berlebihan.

Bahaya Merkuri bagi Kesehatan

Paparan merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan:

  • Kerusakan sistem saraf dan otak
  • Gangguan daya ingat dan konsentrasi
  • Masalah ginjal
  • Gangguan perkembangan janin dan bayi
  • Tremor dan gangguan koordinasi tubuh

Merkuri sangat berbahaya bagi ibu hamil dan anak-anak, karena dapat memengaruhi perkembangan otak secara permanen.

Ikan yang Lebih Aman Dikonsumsi

Sebagai alternatif, masyarakat disarankan memilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti:

  • Ikan nila
  • Ikan lele
  • Ikan kembung kecil
  • Ikan sarden
  • Ikan teri
  • Ikan bandeng

Jenis ikan ini relatif aman dikonsumsi lebih sering dan tetap kaya nutrisi.

Kesimpulan

Mengonsumsi ikan tetap penting untuk kesehatan, namun pemilihan jenis ikan sangat menentukan manfaat dan risikonya. Membatasi konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan jangka panjang, khususnya bagi ibu dan anak.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya
Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya
Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa
4 Jus Penurun Gula Darah Alami, Tomat hingga Plum untuk Diabetes
Manfaat Tak Terduga Semangka untuk Kesehatan Tubuh, Nomor 5 Jarang Diketahui
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Osteoporosis, Waspadai Sejak Dini
Manfaat Bayam Merah untuk Mengatasi Anemia, Kenali Penyebab dan Ciri Kurang Darah

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:19 WIB

Awas Siomay Ikan Sapu-Sapu, Kenali Ciri, Perbedaan dengan Tenggiri, dan Risikonya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:05 WIB

Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan, Ini Penyakit yang Dapat Dibantu Penyembuhannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 WIB

Studi Terbaru Ungkap Jus Jeruk Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Senin, 19 Januari 2026 - 15:06 WIB

Daftar 7 Ikan Bermerkuri Tinggi, Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Anak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:21 WIB

Gula Darah di Atas 500 mg/dL, Waspada Risiko Koma Diabetik yang Mengancam Nyawa

Berita Terbaru