Bagaimana AI Semisal chat gpt Bekerja Dan Bagaimana Cara Memastikan Bahwa Hasilnya Akurat

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana cara kerja Artificial Intelegence dan bagaimana kita bisa memastikan hasilny adalah benar dan akurat?  Mari kita bahas secara ringkas dan jelas dua hal ini:

1. Bagaimana AI seperti ChatGPT bekerja?

ChatGPT adalah contoh dari AI berbasis bahasa alami (Natural Language Processing atau NLP). Berikut gambaran sederhananya:

Cara kerjanya:

  • Dilatih dengan data besar:
    ChatGPT dilatih menggunakan jutaan dokumen, buku, artikel, dan percakapan dari internet (sampai batas tertentu, misalnya hingga 2023 atau 2024 tergantung versi). Tujuannya adalah agar bisa memahami pola bahasa dan konteks.
  • Menggunakan model transformer:
    Model seperti ChatGPT menggunakan teknologi transformer (lebih spesifik: GPT = Generative Pre-trained Transformer). Ia memprediksi kata berikutnya berdasarkan kata-kata sebelumnya dalam sebuah kalimat.
  • Tidak mengingat atau mencari data nyata:
    ChatGPT tidak mengakses internet secara langsung (kecuali fitur browsing diaktifkan). Ia tidak mengingat percakapan sebelumnya (kecuali dalam satu sesi), dan tidak tahu fakta baru setelah masa pelatihannya berakhir.
  • Generatif, bukan basis data:
    AI ini menghasilkan teks berdasarkan pola yang telah dipelajari, bukan mengambil jawaban dari database tetap.

2. Bagaimana memastikan hasil ChatGPT akurat?

Karena AI ini bukan manusia dan tidak selalu benar, penting untuk mengecek ulang informasi, terutama dalam hal-hal kritis. Berikut caranya:

Langkah-langkah memastikan akurasi:

  1. Gunakan logika dan pengetahuan umum:
    • Jika ada jawaban yang terasa janggal, curigai dan cek ulang.
  2. Bandingkan dengan sumber terpercaya:
    • Cek ke sumber resmi atau situs otoritatif (Wikipedia, jurnal ilmiah, situs pemerintah, dsb).
  3. Gunakan AI sebagai titik awal, bukan akhir:
    • Jadikan jawaban AI sebagai referensi awal, lalu dalami atau verifikasi secara manual.
  4. Tanyakan ulang dengan pendekatan berbeda:
    • Mengulang pertanyaan dengan kata-kata lain bisa memberi perspektif tambahan.
  5. Perhatikan jenis pertanyaan:
    • Untuk informasi faktual, ChatGPT bisa sangat akurat.
    • Untuk opini, prediksi, atau hal baru, AI mungkin memberi jawaban yang kurang pasti.
Baca Juga :  Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah

📝 Kesimpulan

  • AI seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi teks berdasarkan pola bahasa dari data pelatihan besar.
  • Untuk memastikan keakuratan hasilnya, penting untuk verifikasi dengan sumber lain dan gunakan penalaran kritis.

 

Kita coba contoh konkret untuk menunjukkan:

  • bagaimana ChatGPT bisa memberikan jawaban yang akurat, dan
  • bagaimana ChatGPT bisa memberikan jawaban yang keliru atau perlu diverifikasi.

Contoh Jawaban Akurat

Pertanyaan:

Siapa presiden pertama Indonesia?

Jawaban ChatGPT:

Presiden pertama Indonesia adalah Ir. Soekarno. Ia menjabat sejak 18 Agustus 1945 sampai 12 Maret 1967.

✔️ Ini akurat, karena merupakan fakta umum yang tercatat jelas dalam sejarah dan banyak sumber resmi.

⚠️ Contoh Jawaban Perlu Verifikasi / Bisa Keliru

Pertanyaan:

Apakah daun pepaya bisa menyembuhkan demam berdarah?

Jawaban ChatGPT:

Beberapa orang percaya bahwa daun pepaya bisa membantu meningkatkan trombosit dalam darah dan digunakan secara tradisional untuk membantu pemulihan dari demam berdarah. Namun, belum ada cukup bukti ilmiah kuat yang membuktikan efektivitasnya, dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

👉 Analisis:

  • ChatGPT benar menyebut ada kepercayaan tradisional, tapi tidak menyatakan ini sebagai pengobatan resmi.
  • Meskipun ada penelitian awal, belum dianggap standar medis.

🛡️ Maka: jawaban ini cukup baik, tapi tetap perlu kita cek ke dokter atau sumber medis resmi seperti WHO atau IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Contoh Jawaban Keliru

Pertanyaan:

Kapan ChatGPT pertama kali dirilis ke publik?

Jawaban (kemungkinan keliru versi lama ChatGPT):

ChatGPT dirilis pertama kali pada tahun 2021.

🔍 Faktanya:

  • **ChatGPT versi pertama dirilis ke publik oleh OpenAI pada 30 November 2022.

🛠️ Kenapa bisa keliru?

  • Karena model AI terlatih dari data yang tidak selalu lengkap atau diperbarui, dan bisa menyimpulkan jawaban yang mendekati tapi salah.
Baca Juga :  Ribuan Video YouTube Terancam Tak Bisa Dimonetisasi Mulai 15 Juli, Ini Penyebabnya

🧭 Tips Jika Ragu:

Kalau kamu ragu dengan jawaban ChatGPT, kamu bisa tanya seperti ini:

  • “Bisa berikan referensi atau sumbernya?”
  • “Apakah ini sudah terbukti secara ilmiah atau masih dugaan?”
  • “Apakah ada link resmi atau jurnal yang mendukung?”

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) adalah teknologi yang memungkinkan sistem komputer untuk meniru kecerdasan manusia dalam melakukan tugas-tugas tertentu.

Kecerdasan buatan adalah rekayasa teknologi yang memungkinkan sistem komputer, perangkat lunak, dan robot untuk “berpikir” dan bertindak seperti manusia. AI dirancang untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penalaran, dan pengambilan keputusan

Karakteristik AI

  1. Pembelajaran: AI dapat belajar dari data dan pengalaman untuk meningkatkan kinerjanya. Proses ini mirip dengan cara manusia belajar dari pengalaman. 

  2. Penalaran: AI mampu membuat keputusan berdasarkan informasi yang tersedia, mirip dengan cara manusia berpikir dan menganalisis situasi. 

  3. Kemampuan Beradaptasi: AI dapat beradaptasi dengan situasi baru dan memperbaiki diri berdasarkan umpan balik yang diterima. 

Jenis-jenis Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain:
  • Weak AI (AI Lemah): Dirancang untuk melakukan tugas tertentu, seperti asisten virtual (contoh: Siri, Alexa). 

  • Strong AI (AI Kuat): Mampu melakukan tugas yang lebih kompleks dan mirip dengan kemampuan kognitif manusia, seperti mobil otonom. 

Aplikasi Kecerdasan Buatan

AI digunakan dalam berbagai bidang, termasuk:
  • Industri: Otomatisasi proses produksi dan pengolahan data besar. 

  • Kesehatan: Diagnosis medis dan analisis data pasien. 

  • Keuangan: Analisis risiko dan pengambilan keputusan investasi. 

Kecerdasan buatan adalah bidang yang terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi dengan teknologi. Dengan kemampuannya untuk belajar dan beradaptasi, AI diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk berbagai tantangan di masa depan.
Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HyperOS 3.1 Beta Mulai Digulirkan Xiaomi ke 12 Perangkat, Cek Daftarnya
Paket Data Telkomsel Tak Lagi Hangus, Hadir Fitur Akumulasi Kuota Internet
Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia
Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan
Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah
Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang
Registrasi SIM Berbasis Wajah Berlaku 2026, Ini Aturan untuk Nomor Lama
Realme GT 8 Pro Siap Meluncur, Usung Kamera 200 MP dan Desain Modular Inovatif

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:17 WIB

HyperOS 3.1 Beta Mulai Digulirkan Xiaomi ke 12 Perangkat, Cek Daftarnya

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:27 WIB

Spacewar! (1962), Game Komputer Modern Pertama di Dunia

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:27 WIB

Microsoft Dorong Pengguna Windows 11 Tinggalkan Chrome, Edge Dipromosikan Lewat Pesan Keamanan

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:27 WIB

Bug HyperOS Bikin Xiaomi Note 14 Mati Mendadak Saat Baterai Lemah

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:23 WIB

Xiaomi 15T 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Kamera Leica dan Performa Kencang

Berita Terbaru